Arus Mudik Lebaran 2026 Lebih Terkendali, Kecelakaan dan Korban Turun Signifikan

Arus Mudik Lebaran 2026 Lebih Terkendali, Kecelakaan dan Korban Turun Signifikan

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 secara umum berjalan lancar, terkendali, dengan peningkatan pada aspek keselamatan pengguna jalan-Istimewa-

Sementara, pada arus mudik, waktu tempuh tercatat 5 jam 46 menit atau sedikit meningkat 2,6% seiring tingginya volume kendaraan. 

Perbaikan juga terlihat pada aspek keselamatan. Jumlah kecelakaan selama periode Lebaran 2026 tercatat 51 kejadian, turun 2% dibandingkan tahun lalu.

Jumlah korban juga menurun signifikan menjadi 60 orang atau turun 34%, termasuk korban meninggal dunia yang turun menjadi 2 orang atau berkurang 60%. 

BACA JUGA:Prabowo: Indonesia Kini Berbeda, Pertumbuhan Lebih Cepat dan Kompetitif Dibanding 20 Tahun Lalu

BACA JUGA:Menkum Supratman Desak Transparansi Total dalam Kasus Videografer Amsal Sitepu

Dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan strategis seperti diskon tarif tol sebesar 30%, pembatasan angkutan barang, serta rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way yang dilaksanakan secara situasional. 

Pembatasan angkutan barang tercatat mampu menurunkan volume kendaraan logistik hingga 74,56% selama periode pembatasan. 

Selain itu, Kementerian PU memastikan kondisi jalan tol tetap optimal dengan penanganan seluruh kerusakan perkerasan jalan sebelum puncak arus mudik, serta pengoperasian ruas tol fungsional di sejumlah titik strategis untuk membantu distribusi arus lalu lintas.

Meski demikian, Menteri Dody menekankan perlunya evaluasi lanjutan, termasuk penataan rest area, khususnya di KM 57 dan KM 62 Tol Jakarta–Cikampek yang dinilai masih memerlukan perbaikan dari sisi akses dan layout.

Penataan tersebut juga akan dilakukan secara bertahap di rest area lain, terutama yang memiliki keterbatasan fasilitas, guna mencegah penumpukan kendaraan di bahu jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait