Bukan 4 Orang! Pengacara Andrie Yunus Bongkar Ada 16 Eksekutor dalam Teror Air Keras KontraS
Pihaknya menduga kuat ada struktur yang lebih sistematis di balik layar, mulai dari penyedia fasilitas kendaraan, penyuplai bahan kimia air keras, hingga pemberi perintah atau pertanggungjawaban komando.-Disway/Hasyim Ashari-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Pengacara Andrie Yunus, Airlangga Julio secara blak-blakam mengakui bahwa pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus bukan terdiri dari 4 pelaku saja, tetapi 16 eksekutor.
Berdasarkan hasil investigasi Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) setidaknya ada 16 orang yang teridentifikasi berada di lokasi saat aksi teror tersebut berlangsung.
BACA JUGA:IHSG Sesi I Ditutup Melemah, 372 Saham Ini Terpantau Naik Harga
"Kami sudah berhasil mengidentifikasi setidaknya 16 orang pelaku. Kami juga sudah mengurai peran mereka masing-masing pada saat hari-H penyiraman air keras kepada Andrie Yunus," ungkap Airlangga Julio saat konferensi pers di Komnas HAM, Selasa 31 Maret 2026.
Airlangga menegaskan bahwa belasan orang ini baru sebatas eksekutor dan pemantau di lapangan.
Pihaknya menduga kuat ada struktur yang lebih sistematis di balik layar, mulai dari penyedia fasilitas kendaraan, penyuplai bahan kimia air keras, hingga pemberi perintah atau pertanggungjawaban komando.
"Ini belum termasuk pihak-pihak yang mungkin membantu menyediakan fasilitas, dan tentu saja belum menyentuh aktor intelektualnya," kata Airlangga.
BACA JUGA:Terkuak Penyebab Harga Emas Antam Anjlok di Tengah Konflik Iran-Israel, Dipicu Risiko Resesi?
Di sisi lain, pengungkapan kasus Andrie Yunus ini ternyata berbuntut panjang bagi para pendamping hukum.
Jane Rosalina, perwakilan dari KontraS, membeberkan bahwa gelombang intimidasi kini justru menyasar mereka yang vokal menyuarakan keadilan bagi Andrie Yunus.
Teror yang dialami tidak lagi sebatas serangan siber oleh akun-akun anonim atau buzzer di media sosial. Jane mengungkapkan adanya ancaman fisik yang sangat nyata, di mana anggota jaringan mereka mulai dibuntuti oleh orang tak dikenal.
"Ada individu tertentu yang mendapatkan ancaman lewat serangan digital, bahkan hingga ancaman keluarga dibuntuti dan diteror. Ini terjadi pada jaringan kami di Sumatera Utara maupun Jawa Barat," jelas Jane.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: