Jangan Asal Gas! Ini 8 Komponen Motor yang Perlu Dicek Setelah Jalan Jauh
Tidak hanya soal perkara ganti oli atau isi ulang angin pada ban, perawatan sepeda motor setelah perjalanan jarak jauh tentunya sangat membutuhkan waktu dan penanganan yang optimal.-Istimewa-
Para pengguna dapat memeriksa kondisi oli motor melalui dipstick. Sangat disarankan untuk segera lakukan penggantian jika pengguna telah mencapai kilometer atau jarak tempuh sejauh lebih 3.000KM, volume oli berkurang drastic, atau warnanya sudah menghitam,
Maka segera lakukan penggantian dan direkomendasikan menggunakan oli terbaik dari Yamalube yang sudah teruji dalam aneka perjalanan
BACA JUGA:Komnas HAM Tegaskan Tak Ada Koordinasi TNI-Polri Sebelum Penyerahan Bukti Andrie Yunus
2. Sistem Pengereman
Komponen penting lainnya yang juga perlu diperiksa pasca perjalanan jarak jauh adalah sistem pengereman. Kondisi jalan yang beragam, seperti kemacetan atau jalur menurun dapat mempercepat keausan kampas rem.
Pastikan ketebalan kampas rem depan dan belakang masih dalam kondisi baik. Tanda kampas mulai habis biasanya diawali dengan bunyi berdecit atau tuas rem terasa lebih dalam saat digunakan. Pastikan juga volume minyak rem berada pada batas normal agar performanya tetap maksimal.
3. Sistem Kelistrikan dan Aki
Pemeriksaan sistem kelistrikan dan kondisi aki pasca perjalanan jarak jauh sangat krusial untuk memastikan seluruh daya listrik pada motor tetap berfungsi secara presisi.
Pastikan tegangan aki berada pada angka optimal, yakni berada di kisaran normal (?12V), serta pastikan bebas dari tumpukan jamur atau korosi pada bagian kutub terminal yang dapat menghambat aliran listrik pada motor.
BACA JUGA:Pemerintah Imbau Swasta Ikut WFH 1 Hari Seminggu, Gaji hingga Jatah Cuti Pekerja Tak Dikurangi
Pastikan juga kabel-kabel utama dalam kondisi baik dan layak digunakan.
4. Busi
Busi memiliki peran penting dalam menghasilkan proses pembakaran mesin yang sempurna dan efisien. Setelah digunakan dalam perjalanan jarak jauh, pastikan kondisi busi tetap bersih dari kerak karbon.
Penumpukan kotoran pada busi dapat menyebabkan mesin sulit dinyalakan. Untuk menjaga performa busi tetap optimal, lakukan penggantian busi secara berkala setiap 8.000 km sesuai dengan buku petunjuk servis yang terdapat masing-masing motor pengguna.
5. Sistem Penggerak
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: