Jangan Asal Gas! Ini 8 Komponen Motor yang Perlu Dicek Setelah Jalan Jauh
Tidak hanya soal perkara ganti oli atau isi ulang angin pada ban, perawatan sepeda motor setelah perjalanan jarak jauh tentunya sangat membutuhkan waktu dan penanganan yang optimal.-Istimewa-
Bagi pengguna motor matic, penting untuk memastikan area CVT tetap bersih dan tidak mengalami keausan.
Gejala seperti tarikan berat atau sulit mencapai kecepatan maksimal bisa menjadi indikasi adanya masalah pada komponen CVT. Jika terjadi hal seperti ini, periksa komponen CVT termasuk roller, kampas ganda (clutch carrier assy), dan v-belt,
BACA JUGA:Heboh Warga Aceh Dikeroyok saat Proses Pemeriksaan di PMJ, Ini Kronologinya
Serta lakukan penggantian setiap 25.000km. Sementara untuk motor tipe sport dan moped, periksa kondisi rantai mulai dari kekencangan, kebersihan, hingga pelumasan.
6. Suspensi Depan dan Belakang
Pemeriksaan suspensi menjadi salah satu hal yang turut krusial pasca lakoni perjalanan jarak jauh. Pada suspensi depan, pastikan karet seal tetap utuh tanpa kebocoran oli serta batang inner tube bersih dari baret agar handling motor tetap stabil.
Untuk suspensi belakang, periksalah kondisi pegas dan pastikan tidak ada suara berdecit yang mengganggu saat motor meredam guncangan. Jika ditemukan tanda kerusakan, segera kunjungi bengkel resmi Yamaha terdekat agar ditangani langsung oleh teknisi ahli.
7. Ban Depan dan Belakang
Setelah perjalanan jarak jauh, pemeriksaan ban depan dan belakang secara mendalam sangat krusial untuk memastikan tidak ada area yang sobek, retak, atau menipis secara ekstrem.
Para pengguna perlu memeriksa indikator keausan ban untuk menjamin cengkeraman tetap optimal saat digunakan kembali.
BACA JUGA:Lesunya Daya Beli Bayangi Industri Konsumer Otomotif dan Transportasi di 2025, Peluang 2026 Terbuka
Jika permukaan karet dirasa sudah mulai gundul atau terasa tidak stabil, segera lakukan penggantian ban baru di bengkel resmi Yamaha demi menghindari risiko-risiko tertentu.
8. Filter Udara
Penyaringan udara yang optimal menjadi kunci utama dalam menjaga performa mesin tetap responsif setelah motor dipacu melewati berbagai medan.
Filter udara yang kotor akibat debu dapat menghambat proses pembakaran dan membuat tarikan motor terasa lebih berat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: