Zaman Batu
Ilustrasi Catatan Dahlan Iskan.--
Hari ini adalah deadline yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Iran: menyerah atau akan digempur habis-habisan sampai ludes. Dalam istilah Trump: Iran akan dihancurkan sampai menjadi seperti kembali ke zaman batu.
Trump sudah ingatkan: militer Amerika itu terhebat di dunia. Peralatan tempurnya termodern dan terbesar di muka bumi. Tidak ada benda sebesar biji sawi sekali pun yang bisa sembunyi dari intaian Amerika. Jajaran pemimpin Iran akan dihabisi sampai ke lapis keduanya.
Iran tetap tidak takut. Tidak mau menyerah. Bahkan marah. Istilah ''sampai menjadi kembali ke zaman batu'' itu menyinggung perasaan terdalam mereka. Anda sudah tahu: bangsa Persia sudah maju di kala Amerika masih berada di zaman batu.
Menteri Perang Amerika Pete Hegseth lebih brutal lagi –kata-katanya. Sampai tidak pantas saya tulis di sini.
Kepercayaan diri Amerika seperti dapat momentum lima hari terakhir. Yakni ketika Amerika berhasil menyelamatkan pilot pesawat tempur yang ditembak jatuh di pegunungan Iran. Ketika pesawat itu jatuh pilotnya memijit tombol yang membuat dirinya terpental bersama dengan kursinya –sekaligus bisa menjadi pelampungnya. Begitulah semua pesawat tempur: pesawat boleh hancur pilotnya harus selamat.
Kisah penyelamatan pilot inilah yang kini jadi peristiwa kepahlawanan besar di Amerika. Itu dibuat kisah penyelamatan tentara dari sarang musuh. Perhatian orang Amerika fokus tertuju ke detik-detik penyelamatan itu. Mereka seperti sedang nonton film Hollywood.
Begitulah Amerika. Tidak hanya di film. Setelah tahu pilot pesawat tempur itu terperangkap di sarang musuh segala upaya dikerahkan. Digambarkan, Presiden Trump sendiri terus mondar-mandir di Gedung Putih: dari Oval Room ke War Room. Ia mengikuti dari detik ke detik pengerahan kekuatan untuk menyelamatkan satu orang itu.
Sang pilot hanya punya senjata minimalis: pistol. Tapi ia punya senjata kecil yang mahapenting: alat sebesar kacang yang bisa mengirim sinyal.
Sinyal itu masuk ke cloud-nya Amazon atau Oracle atau Google atau Microsoft. Dari sana menyebar ke pusat kendali militer Amerika.
Begitu diketahui posisi sang pilot rencana operasi penyelamatan pun dikerahkan. Apalagi sang pilot juga memberi info: dirinya dalam keadaan selamat. Hanya terluka. Ia juga melaporkan kondisi lokasi jatuhnya pesawat: di pegunungan dengan ketinggian 2.300 meter. Seperti di ketinggian pegunungan Tinombala di Palu.
Sang pilot juga melapor bahwa ia sudah berhasil bersembunyi agar tidak mudah ditangkap pasukan Iran.
Iran memang mengerahkan pasukan untuk menangkap pilot itu. Iran juga mengumumkan memberi hadiah kepada siapa pun warga pegunungan itu yang bisa menangkapnya.
Betapa dramatik operasi penyelamatan itu bisa dilihat dari banyaknya pesawat yang dikerahkan Amerika: 12 pesawat. Bayangkan, 12 pesawat harus terbang ke atas daratan Iran. Demi satu orang tentara. Maka wilayah seluas tiga kilometer dari tempat persembunyian itu dihujani bom.
Setelah dinyatakan aman, satu pesawat pengangkut pasukan mendarat di landasan darurat. Amerika sudah tahu sedetail itu: di mana pesawat jenis C-130 bisa mendarat dengan aman di dekatnya. Pesawat itu besar tapi punya kelebihan: bisa mendarat di landasan pendek.
Pesawat-pesawat tempur lain terbang rendah. Mereka terus mengamati daerah sekitar persembunyian. Bukan hanya untuk mengamankan sang pilot, juga untuk mengamankan pasukan penyelamat.
Belum ada laporan lebih detil dari itu. Mungkin dicicil untuk terus mengobarkan drama di Amerika: sang pilot berhasil diselamatkan dari sarang musuh. Pilot itu lantas diterbangkan ke Kuwait. Dirawat di RS di sana.
Dari jam ke jam orang Amerika tergila-gila dengan keberanian tentara Amerika menyelamatkan pilot tersebut. Di cerita itu tentara Amerika justru seperti dalam posisi terzalimi. Mereka lupa bahwa perang ini akibat Amerika sendiri yang menyerang Iran.
Kisah kepahlawanan itu akhirnya bisa membalik opini di Amerika. Dari yang awalnya menentang perang menjadi simpati kepada tentara mereka.
Di saat yang tepat itulah Trump memberikan ultimatum ke Iran: menyerah, membuka Selat Hormuz, atau kembali ke zaman batu.
Padahal belakangan sebenarnya mulai meluas pertanyaan di media Amerika: untuk siapa perang ini? Untuk siapa tentara Amerika mempertaruhkan nyawa?
Jawabnya jelas: bukan demi Amerika. Selat Hormuz dan minyaknya tidak untuk Amerika. Itu untuk Eropa, Jepang dan Korea –dan bahkan untuk ''musuh'' Amerika sendiri: Tiongkok.
Padahal konstitusi Amerika sudah jelas menggariskan hanya tiga alasan untuk boleh perang –dan serangan ke Iran itu sama sekali tidak termasuk salah satu dari ketiganya. Iran begitu jauh dari daratan Amerika.
Satu-satunya yang masuk akal hanyalah ini: nuklir. Tapi Presiden Barack Obama sudah menyelesaikan itu dengan baik. Justru Trump yang membatalkan perjanjian yang dibuat Obama.
Kisah operasi penyelamatan pilot telah menjadi daya tarik baru. Itu dimanfaatkan dengan baik oleh Trump. Kini dengan ancaman serangan total ke Iran, sepertinya Trump sendiri yang ingin jadi pahlawan besarnya.
Kita begitu waswas menanti datangnya hari Selasa pagi ini. Akankah peradaban dunia hancur oleh ambisi dua orang gila yang berkuasa di satu kurun yang sama.
Sambil terus berdoa ibu-ibu di Indonesia harus tetap ingat untuk mematikan kompor setelah selesai masak.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 6 April 2026: Kompor Oracle
Jo Neka
Dunia ini sudah telanjang.Apa.yang mau ditutupi?Terlambat..Yang aneh.Para koruptor kalau sudah bersembunyi.Sangat sulit ditemukan.Apa mungkin mereka mempunyai ilmu menghilangkan tubuh.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
@pak Liam Ysh.. KIAMAT KECIL. DIMULAI DARI TELUK.. Imajinasi Bapak sungguh kelam. Mari kita urai khayalan ini. 1) Jika Israel melepas "simpanan" bom nuklir rahasianya, kekuatannya ditaksir mencapai 100 kiloton. Itu lima kali lipat dahsyatnya dari bom Fat Man di Nagasaki. Teheran bisa jadi padang abu seketika. Ratusan ribu nyawa menguap dalam hitungan detik. Radiasi akan mengejar sisanya. 2) Lalu, Beruang Merah Rusia dan Naga Kuning Tiongkok meradang. Rusia tak perlu menebak-nebak. Mereka punya RS-28 Sarmat yang kekuatannya ribuan kali lipat bom Hiroshima. Sekali tekan, Israel yang mungil bisa terhapus dari peta. Tanah yang disucikan itu berubah jadi kaca yang membara. Belum lagi bom nuklir milik Tiongkok. 3) Paman Sam tentu tak tinggal diam. Kapal selam nuklir di dasar samudera mulai bergerak. Rudal Minuteman meluncur menuju Moskow dan Beijing. Dunia bukan lagi sedang berperang, melainkan sedang bunuh diri massal. Tak ada pemenang. Tak ada pecundang. Yang tersisa hanya musim dingin nuklir yang panjang. A) Langit tertutup debu hitam bertahun-tahun. B);Rumput tak tumbuh. C) Peradaban tamat. Untunglah ini cuma khayalan kita sambil ngeteh sore. Ngeri, Pak. Sangat ngeri.
Liam Then
Bapak-bapak sekalian, kalo habis kencing, burungnya tolong dimasukkan lagi ke celana, soalnya kasihan kalo ngga, bisa masuk angin.
Komentator Spesialis
Bangsa Persia dikenal sudah pernah jadi imperium sejak dulu kala. Dan tetap dipuja puja bangsa. Walaupun disana bukan tempat lahir beta. Dan bukan tempat dibuai dibesarkan bunda. Tetapi, yang jelas menjadi tempat Khamaeni akhir menutup mata. Sejarah membuktikan bahwa imperium manapun yang mencoba menghacurkan Persia, maka dia akan hancur sendiri. Makedonia, Romawi (Byzantium), Mongol sampai sekarang Amerika. Persia pernah dikuasai Islam. Tetapi, berkat kelicikannya, mereka memeluk Islam dan menghancurkan dari dalam (melalui paham syiah). Bahkan Al Qur'an sampai mengabadikan kisah kemenangan Persia atas Romawi di surat Ar Ruum : 2-4. Kisah yang sama akan terjadi dan terulang : KEPADA IMPERIUM AMERIKA !
djokoLodang
Yang sudah pernah nulis komentar di CHDI ini rasanya pengin terus nulis. Apakah p Mirza Mirwan tidak ada rasa pengin nulis lagi?
bitrik sulaiman
Kalau ada yang mengingatkan soal kompor yang harus segera dimatikan setelah memasak ada baiknya juga. Karena bekerja nyambi nonton YouTube sering melalaikan pekerjaan. Kadang lupa atau lambat mematikan. Nah emak-emak jangan lagi memakai feeling. Atur alarm di hape berapa lama masak nasi misalnya. Tapi ada yang tidak bisa dimatikan oleh emak-emak. Apa dia? Lampu listrik penerangan jalan sering off nya kesiangan. Lagi pula kalau mendung biarkan saja tetap off. Lha di On juga nerangin apa coba. Nah ini harus petinggi yang mikir dan agar bisa dieksekusi segera.
Jokosp Sp
Siang setelah tengah hari dari acara di asrama haji, ibu negara minta diantar ke toko kosmetik. Bawaan tas sudah kanan kiri penuh, maka belanjaan dari toko kosmetik harus abahnya yang bawakan. Tapi kenapa belanjaan yang hampir lima ratus ribu cuma dikasih tempat kantongan coklat yang tanpa tali?. Gimana ini cara bawanya?. Sungguh menyulitkan bawanya karena tidak bertali. Jadi harus diangkat seperti bawa tempat uang peminta-minta. Benar saja begitu mampir ke toko obat mau beli obat, si penjaga langsung salah sangka "maaf pak dilewati dulu". Nah ya aaaaam...., masak opoteker nggak lihat baju yang rapi dan gamis ini. Dikira peminta-minta. Mbak saya ke sini mau beli obat. "Maaf bapak....maaf....minta ampun sambil menunduk-nunduk". Ampyuuuunnnn. Akhirnya mbalik ke toko kosmetik komplain ke pemiliknya kenapa cuma diberi kantong kertas tidak bertali seperti ini. Si pemilik minta-minta maaf atas nama pelayannya. Entah setelah kami keluar diapakan pelayan itu?.
HONDA CBR150R
lihat di youtube orang Indonesia yang tinggal di Iran. listrik 1 bulan 5000rp air 1 bulan 10000rb gas 1 bulan 22000rb tagihannya per 2 bulan dan 3 bulan. Kurang ajar murahnya, benar2 tidak masuk akal dibanding negara sarang koruptor. di negara MBG telat bayar langsung kena denda.
djokoLodang
Selingan -- Intermeso Juru Ketik. Seorang prajurit diminta melapor ke markas untuk menerima penugasan baru. Sersan yang sedang piket berkata: "Kita kekurangan juru ketik. Akan kuberikan sedikit tes. Ketik ini," perintahnya, sambil memberikan pamflet untuk disalin dan selembar kertas, dan menunjuk meja di seberang ruangan yang berisi mesin tik dan mesin hitung. Prajurit itu, yang sangat enggan menjadi juru ketik, sengaja mengetik sangat lambat, dan memastikan bahwa pekerjaannya mengandung kesalahan sebanyak mungkin. Sersan itu hanya melirik sekilas salinan yang diketik. "Bagus," katanya; "Lapor mulai kerja pukul 8 besok di sini." "Tapi apakah Anda tidak memeriksa hasil tesnya?" tanya si calon juru ketik. Sersan itu menyeringai. "Kau sudah lulus tes," jawabnya, "ketika tadi duduk di depan mesin tik, bukan di depan mesin hitung." --0-
FP. KUSUMO
Tertawa pertama hari ini. Bu ibu kalau habis masak, matikan kompornya. Hahahaaahahahaasuuuu.... Ancen urip mung mampir ngguyu. Mengutip bukunya Pak Butet.
andi setiawan
exa(byte) = 10^18 bytes, dan masih ada 4 lagi diatasnya..ada zetta, yotta, ronna dan quetta (per kelipatan 1.000 B), ga kebayang sebesar apa kapasitas penyimpanan nya..lalu klo semuanya shutdown kena rudal gegara perang isam-iran mungkin bisa jadi beneran al-malhamah al-kubro..sementara disini masih disuruh matiin kompor klo udah kelar masak, ajuur jum.
enggal purnomo
Cloud di dikediri ada gunung cloud dimalang juga ada cloudjen
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
BAGAIMANA RUDAL YANG DILUNCURKAN VERTIKAL BISA MENGENAI SASARAN JAUH? Rudal sering lahir dari peluncur yang tegak lurus ke langit. Terlihat seperti tidak tahu arah. Padahal justru di situlah triknya. Vertikal memberi ruang aman dari hambatan awal, lalu mesin kendali mulai bekerja. Dalam hitungan detik, rudal “membelok”. Mengunci arah. Menuju koordinat yang sudah ditanam sejak awal. Kuncinya memang koordinat. Tapi bukan sekadar titik. Ada jalur. Ada ketinggian. Ada waktu. Semua dihitung sebelum peluncuran. Program di dalam rudal sudah membawa “peta perjalanan”. Ia tahu kapan naik, kapan melandai, kapan menukik. Seperti pilot yang tidak terlihat. Untuk menghindari sistem seperti Patriot, David’s Sling, atau Arrow, lintasan dibuat tidak mudah ditebak. Bisa tinggi, lalu turun. Bisa berliku. Bahkan ada yang manuver di fase akhir. Tujuannya satu: mengacaukan perhitungan lawan. Setelah diluncurkan, manusia hampir tidak ikut campur. Terlambat. Jarak terlalu jauh. Kecepatan terlalu tinggi. Kendali ada di sistem. Sensor membaca. Komputer memutuskan. Program mengeksekusi. Di sinilah perang berubah. Bukan lagi soal siapa menekan tombol. Tapi siapa menulis algoritma. ### Jaman sudah berubah..
Kurniawan Roziq
Senang baca disway hari ini , seperti cerita atau film fiksi ilmiah, ternyata saya ketinggalan 50 tahun dari pada Iran , padahal saya teman Amerika , tidak pernah diblokade , hidup memang aneh
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DATA CENTER DI INDONESIA SAAT INI, ADA DI TAHAP MANA KITA, BAGAIMANA KEKUATAN & KELEMAHAN KITA, DAN PETA PERSAINGANNYA.. Indonesia kini berada di fase ekspansi. Kapasitas data center besar mulai muncul di Cibitung, Cikarang, dan Batam. Pemain lokal seperti DCI, Telkom, dan BDx mulai menyaingi hyperscale global. Kekuatan kita jelas: lahan luas, listrik lebih murah dibanding Singapura, dan pasar domestik raksasa 270 juta orang. Lokasi dekat Singapura juga strategis untuk backup internasional. Tapi kelemahannya nyata. 1) Infrastruktur belum merata. 2) Pendinginan dan listrik masih jadi tantangan. 3) SDM terampil terbatas. 4) Latensi ke global masih kalah dengan Singapura. Pemerintah masih terus mendorong regulasi “data harus di dalam negeri” agar kekuatan tidak hilang ke luar. Persaingan kini bukan hanya soal kapasitas, tapi juga koneksi, keamanan, dan kemampuan AI. Perusahaan global tetap memegang jaringan inti. 1) Indonesia jadi “otot kapasitas”, 2) Singapura tetap “otak global”. Tren hybrid muncul: core di Singapura, ekspansi dan backup di Indonesia. Intinya, data center di Indonesia bukan lagi sekadar IT. Ini infrastruktur strategis. Siapa bisa mengelola listrik, lahan, dan koneksi dengan cerdas, dia pegang kendali. Masa depan? AI, edge computing, dan green data center akan menentukan siapa penguasa digital Asia Tenggara berikutnya.
Riki Gana S
Pertanyaan ini pasti terlintas di benak para pembaca disway (banyaknya ngenye): "gimana dengan konoha? Alih-alih punya, apakah kita mampu berpikir untuk punya cloud seperti itu?" Hehehe... Tp sy generasi muda yg optimis, saya yakin, ada yg memikirkan dan diam-diam menyiapkannya. Hanya ketutup sama isu2 receh, contoh: matikan kompor ibu2. Ini tidak heran, karena kita dari dulu pendongeng, bukan pencatat. Jadi kalo ada sesuatu yang heboh, kita senang menceritakannya, daripada menganalisis solusinya. Tabik! Riki Gana S
Er Gham 2
Strategi penghematan kok matikan kompor setelah selesai masak. Adakah mungkin yang lebih strategis. Apakah semua mobil juga diminta untuk me matikan mesin saat berhenti karena lampu lalu lintasnya sedang merah. Supaya hemat bensin. Mungkin sedang bercanda saja. Bergurau. Lucu lucuan. Wajarlah, nama nya juga negeri dagelan.
istianatul muflihah
Penipuan Buah Gara-gara cari supplier buah, saya jadi main FB lagi. Sosial media yang sebelumnya bukan 'tempat bermain saya'. Ternyata benar nasihat teman saya yang jualan telur, tengkulak kabupaten banyak berkumpul di FB. Ada grup FB Alpukat Tulungagung, Blitar Raya, Ponorogo, Madiun Raya. Sebab ini seperti belantara. Sebagai pemula saya tidak hanya bertemu penjual buah, petani buah, dan pembeli buah. Ada juga penipu buah. Mereka juga melakukan ternak akun. Pernah sekali saya juga berkontak dengan penjual yang sebenarnya penipu ini. Saya mulai sadar ada yang aneh karena penjual yang sebenarnya penipu ini tidak mau share lokasi. Saya iseng tanya, "Rumahnya dari polsek sebelah mana?" Jawaban WA nya semakin ngawur. Seperti lupa ingatan. Kata katanya jadi seperti ini "Maaf saya ngga jualan. Ini akun pribadi" "Maaf ini maksudnya mau beli apa?"
Jo Neka
Sebelum memasak "Matikan Kompor." Diksi yang sangat menohok dari bapak mantan singa tua Nackal..
Komentator Spesialis
Biasanya kita mengukur besar data center bukan dengan berapa Giga byte, berapa TB dan sebagainya. Tetapi, dengan besar kapasitas listrik yang dipakai. Misal berapa MW dll. Ini lebih sesuai untuk menggambarkan total energi yang dibutuhkan oleh server untuk menjalankan server yang dipakai, pendingin dan infrastruktur. Tentunya beda node IC yang dipakai server membedakan jumlah energi yang dipakai server. IC dengan node 10 nm akan mengkonsumsi energi lebih besar daripada IC terbaru modelannya NVDIA B200 Blackwell yang dibuat dengan node 2nm. Tetapi menghitung berdasarkan kapasitas energi yang dikonsumsi sudah menjadi kesepakatan industri. Dan anda sudah tahu bahwa data center itu membutuhkan pendingin dan listrik super besar. Perkembangan terakhir, ke arah go green, data center menggunakan energi terbarukan. Makanya saham BREN, penguasa pembangkit listrik panas bumi, milik Prayogo Pangestu terbang setinggi langit. Dan pastinya Singapura si red dot itu nggak bakal bisa bersaing dalam hal kompetisi data center. Listrik dan air darimana coba. Larinya ya ke Johor. Indonesia sendiri sedang mengembangkam di banyak daerah, seperti di Nongsa Batam atau Cibitung Cikarang daerah sekitaran saya sini. Ada banyak data center yang lagi dibangun disini. Dan ini kesempatan kita untuk bikin bisnis solar cell. Apalagi Prabowo mencanangkan mau bikin 100 GW dalam waktu 3 tahun. Wah, yang bener saja, realistis dikir napa. Kalau Abah tertarik saya daftar jadi juru tulispun boleh.
Warok Ponorogo
Tiongkok Iran Dua negara dengan peradaban ribuan tahun menempanya. Persia, negara adi daya di Timur dan Byzantium (Romawi) di Barat jejak sejarah masa lalu. Keemasan peradaban ini dilanjutkan dengan masa kekhalifahan Bani Abbasiyah sepeninggal Rosullulloh dengan Bayt Al Hikmah (rumah kebijaksanaan) sebagai pusat perkembangannya. Ilmuwan Ibnu Sinna kedokteran, Al Khawarizmi aljabar, Jabir bin Hayyan kimia dan Al Battani astronomi. Menarik untuk dicermati, bangsa Persia yang sekarang menjadi negara Iran tidak meninggalkan kebudayaan yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya. Bahasa parsi bukti nyata akan hal ini. Tiongkok meskipun belakangan muncul, namun jauh hari Rosullulloh mengatakan "Tuntutlah ilmu sampai China" menjadi bukti bahwa dahulu kala China sudah menjadi pusat peradaban maju juga. Bukti nyata akan hal ini adalah keberadaan makam Sa'ad bin Abi Waqosh di China. Dari kedua bangsa ini, bisa ditarik benang merah. Peradaban maju jaman lampau menjadi modal dasar kemajuan bangsa masa kini, asal bisa diwariskan ke generasi berikutnya. "Manajemen" dan "manager negara" yang berjiwa "negarawan" bukan "hartawan". Fakta berbicara, kedua negara tersebut IQ rata rata warganya top 5 besar dunia. Kombinasi IQ tinggi dan kebijakan tepat dari penyelenggara negara, kunci kemajuan dan kemandirian bangsa.
Khairun Nisa
" KLO SDH masak matikan kompor nya , utk mnghemat gas" . Bisa saya yakin kan ni ada mnyinggung omongan seseorg pjbat d konon hah( ngra yg d sebut Wak hj JZ). Saya hanya sekedar mngingat kan Abah utk tidak mnyungging pejabat konon hah ini, d kritik aja dia gak mau, apalagi d sungging eh singgung. BAH JANGAN YA BAH YA.
heru pujihastono
"Yg penting ibu-ibu jangan lupa mematikan kompor ". Tulisan alinea terakhir. Happy ending tulisan itu harus diakhiri utk membahasan : beda bumi dan langit antara T dg ±62. Dugaan saya :kompor = api ???? perjuangan. Mematikan= air ( keras) . Tapi ini Syawal Ndak boleh prasangka buruk.
Bahtiar HS
Saya itu selalu kepo dg angka2 Abah. Beliau menulis kalau kita punya HP kapasitas data 1 Exabyte bs simpan 250 jt film @4GB dan perlu 400.000 tahun buat nonton semua itu. Sy pengin tahu logikanya di mana kok sampe perlu 400 rb thn. Mungkin begini. 250jt film/400rb thn = 625 film/thn. Dari sini sdh jelas setahun hanya 625 film. Dibagi 365 hari jadinya ganjil. Maka anggap hari Minggu prei gak nonton, maka setahun nonton dalam 365-52 hari=313 hari. Maka 625 film / 313 hari = 1,99 film. Bs kita genapkan hanya 2 film per hari. Itu kalau filmnya setengah hari. Lha film 4 GB kan paling 1 jam. Kecuali film hitam putih tanpa gerak wkwkw. Jadi waktu 400 ribu tahun itu JIKA nonton 2 film sehari durasi @1 jam-an. Bukan nonton nonstop. Kalau nonstop, sy hitung perlu 28.539 tahun saja. Di luar matikan kompor kalau masakan sudah matang :))
MULIYANTO KRISTA
Njenengan niku kok dereng saget move on mawon pak Bahtiar. Abah DI niku biji matematikae abang kabeh. Harap maklum.
Bahtiar HS
Sampean lho Cak yg bilang. Kalau saya, takut kualat. Dan yg komen sekarang ini bukan soal salah/benar hitungan, tp cuma pengin tahu kira-kira dasarnya hitungan Abah itu apa. Tapi ya siapa bakal nonton film 400 ribu tahun itu lho? Kok kurang kerjaan tenan. Mungkin belum sampai film ke 50.000 sudah dut duluan. Kelak pas mestinya nonton film ke 250 juta, lagi antri ngewot di Shiratal Mustaqim.
Bahtiar HS
Kalau angka 1 EB = 1.000.000.000 GB ini diteruskan. Diketahui kapasitas otak manusia itu 2,5 Pentabyte = 2,5 juta GB. Maka utk mengisi atau menyamai 1 EB itu dibutuhkan 400 otak manusia masing2 berisi 2,5 PB atau 2,5 juta GB. Mungkin itu otak IQ 3 digit. Kalau IQ 2 digit mungkin perlu 800 otak. Syaratnya otak yg berisi, bukan otak kosong. :))
Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Kita semua tahu, dalam perang afghanistan, Amerika unggul segala galanya. Tentu saja data dan senjata. Bagaimana taliban menghadapinya? Ternyata taliban punya strategi, yg membuat Amerika tidak bisa tidur tenang. Dan selama 20 tahun perang, Amerika selalu khawatir dan takut. Sehingga perang tidak rampung rampung. Apa strategi taliban yg cerdas dan tak dapat diatasi oleh Amerika? Sederhana tapi mematikan, praktis tapi membuat musuh pusing. Yaitu penyusupan, iya, penyusupan. Banyak tentara Amerika terbunuh oleh penyusup penyusup. Dikira teman tapi sebenarnya musuh. Ini membuat perang berlangsung lama. Dan berapa yg harus ditanggung oleh Amerika? Biaya perang melawan taliban mencapai 32.000 trilyun rupiah. Itulah strategi sederhana yg membuat Amerika pusing menghadapinya.. dan akhirnya mundur dari peperangan. Akhirnya terjadilah sebuah frase yg lucu, Amerika menghabiskan begitu banyak uang, untuk mengganti rezim taliban dengan taliban.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
PERSIA, ARIA, DAN HARI INI.. Orang Iran memang penerus Persia. Itu fakta sejarah. Nama “Iran” sendiri berasal dari “Arya”. Artinya: bangsa mulia. Bukan dalam arti ras unggul. Tapi identitas budaya lama. Kata Arya awalnya netral. Dipakai untuk menyebut kelompok bahasa dan budaya Indo-Iran. Belakangan disalahgunakan di Eropa. Jadi ideologi ras. Itu cerita lain. Bahkan berujung petaka. Iran hari ini mewarisi tradisi Persia. Sastra kuat. Filsafat dalam. Negara yang terbiasa berpikir panjang. Bukan reaktif. Lalu pertanyaannya: kalau benar keturunan Persia, terus ngapain? Jawabnya sederhana. Tidak ngapa-ngapain.. ## Sejarah itu bukan jaminan. Hanya modal. Bisa dipakai. Bisa juga jadi nostalgia kosong. Yang menarik dari Iran bukan masa lalunya. Tapi cara mereka memakainya. IRAN. Di tengah tekanan. Sanksi puluhan tahun. Mereka tetap membangun. Teknologi. Infrastruktur. Bahkan “kompor” digitalnya sendiri. Artinya jelas. Identitas tidak cukup. Harus diolah. Seperti resep lama. Tapi dimasak dengan cara baru. Kalau tidak, Persia tinggal cerita. Bukan kekuatan.
Juve Zhang
Pesawat militer A yang ditembak jatuh Iran sekarang Pilot nya satu masih dicari oleh helikopter A blackhawk pun Rakyat Iran ikut mencari di pegunungan yg rimbun hadiah lumayan gede sayembara ini hadiah menemu kan Pilot mati atau hidup 10 milyar Toman atau setara 4 milyar Rp....sangat besar maka rajinlah rakyat Iran naik ke gunung dan hutan....siapa tahu ketemu Pilot A ....
Denny Herbert
Sedikit tambahan mengenai Oracle yg sahamnya (ORCL) lagi kena "gempa". Dari puncak $320 di September 2025, amblas ke $165 di awal Februari 2026. Turun hampir 50%! Cuma dalam hitungan bulan, valuasinya dipotong separuh. Kenapa? 1. Efek Claude Cowork (Anthropic): Ini biang keroknya. Pertengahan Januari lalu, Anthropic rilis AI baru yang bisa kerja kantoran (admin, data, laporan) sendirian. Investor panik: "Kalau AI sudah bisa kerja sendiri, buat apa bayar langganan software Oracle yang mahal?" Ini yang namanya kanibalisasi AI. 2. Kalah Gesit: Oracle yang raksasa database itu mendadak terlihat "tua" dan lamban dibanding kecepatan inovasi AI-native seperti Anthropic atau OpenAI. 3. Bakar Uang Kebanyakan: Oracle lagi nafsu bangun pusat data AI pakai utang jumbo. Pasar kaget, arus kas goyang, investor pun kabur duluan. Napas Buatan: Untungnya, akhir Januari kemarin Oracle menang kontrak Cloud One dari Angkatan Udara AS senilai $88 juta (Rp1,47 Triliun). Ini jadi "rem" biar sahamnya nggak makin terjun bebas.
Juve Zhang
Oracle PHK 30 ribu karyawan nya sekarang pun Amazon PHK ribuan karyawan Meta pun PHK Microsoft juga PHK mereka mengganti karyawan itu dengan AI.... teknologi semakin canggih untuk mengganti Peran Manusia....yg di PHK Oracle dll itu bukan insinyur koplak mereka insinyur cerdas tapi AI lebih cerdas lagi....Oracle PHK 30 ribu karyawan jelas penghematan kalikan saja satu karyawan gaji 80 juta Rupiah sebulan.....ini gelombang PHK yg sudah di prediksi para ahli AI.... gelombang PHK ini akan menjalar ke berbagai negara modern lainnya..... mungkin juga akan sampai ke Konon HAH dalam hitungan dekade....
Fra Wijaya
Di sebuah acara stand up komedi begitu Pakde Indro menilai dgn kompor gas pesertanya begitu bangga mendapatkannya,yang lain sudah bicara satetit, fiber optic, perang modern dan Pak Bahlil begitu bangga mendapat kompor gas...
Lutfi ꦱꦸꦩꦶꦠ꧀ꦫꦺꦴ
Raqib dan Atid tak pernah lelah, tak butuh tepuk tangan, tak kenal skip atau nanti saja. Yang kita anggap sepele, mereka tulis rapi. Yang kita sembunyikan, tetap tercatat abadi dalam cloud versi masa kini. Tapi hari-hari ini Raqib & Atid bisa WFH karena kita terlanjur pandai mencatatkan cerita kita sendiri-sendiri.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
JACK MA, KOMPOR, DAN KETAKUTAN NEGARA.. Dulu banyak yang kasihan pada Jack Ma. Dianggap “ditekan”. Dianggap korban. Kini ceritanya terasa berbeda. Tiongkok mungkin bukan sedang menertibkan orang. Tapi menertibkan masa depan. Perang modern memberi konteks baru. Cloud bukan bisnis biasa. Ia infrastruktur kekuasaan. Siapa menguasai cloud, menguasai arah keputusan. Bahkan sebelum keputusan dibuat. Di situ kita mulai paham. Mengapa Alibaba tidak boleh liar. Mengapa harus dekat dengan negara. Bahkan mungkin harus tunduk. Ini bukan soal ekonomi. Ini soal kedaulatan digital. Yang menarik: negara sekarang takut pada perusahaannya sendiri. Bukan karena rugi. Tapi karena terlalu kuat. Ironis. Dulu negara melahirkan korporasi. Kini korporasi bisa “melampaui” negara. Di sini: masa depan bukan lagi pertarungan antarnegara saja. Tapi juga antara negara dan platform. Dan kita? Tetap belanja. Tetap klik. Tetap menunggu diskon. Tanpa sadar, kita ikut membesarkan “kekuatan” itu. Mungkin benar. Yang harus diawasi bukan hanya musuh di luar. Tapi juga “kompor” di dapur sendiri. Termasuk Javk Ma..
Milyarder Setia
Maka pun Trump selalu sewot bahwa "keamanan dalam negeri" selalu jadi alasan untuk membendung Tiktox dan aplikasi lainnya masuk Amerika, pun sebaliknya. Dan kita selama ini hanya menonton "kok ruwet kali itu Washington dan Beijing perang ekonomi?" Tak sadar data kita telah dijual begitu murahnya.. Sekali lagi Iran patut diacungi 5 jempol untuk segala kemajuannya, meski diembargo ketat, yang baru kita sadari dari perang ini.
imam subaweh
Kalo kompornya tidak di matikan, Data di cloudnya akan gosong
siti asiyah
Sepanjang keikutsertaan saya jadi perusuh Disway, inilah kalimat penutup paling sadis CHDI : Yang penting ibu - ibu jangan sampai lupa : setelah selesai masak matikanlah kompor. ( Terimakasih , Terasa banget keberpihakan Pak DI pada saya )
hikends
Yang penting ibu ibu jangan sampai lupa : setelah selesai masak matikanlah kompor Dalam hati Abah : Benarkah negeri tercinta peradabannya sudah kembali ke zaman batu ? he hee heee
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 152
Silahkan login untuk berkomentar