Dorong Sinergi BMT dan Koperasi Desa Merah Putih, LPDB Koperasi Perluas Akses Pembiayaan
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, melakukan kunjungan kerja ke BMT Al Fath IKMI di Kota Tangerang Selatan, Banten didampingi perwakilan LPDB Koperasi-Istimewa-
TANGSEL, DISWAY.ID – Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, melakukan kunjungan kerja ke BMT Al Fath IKMI di Kota Tangerang Selatan, Banten.
Kunjungan ini turut didampingi oleh Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi, Ari Permana, dalam rangka memperkuat sinergi pembiayaan berbasis ekonomi syariah dan pemberdayaan koperasi di tingkat akar rumput.
BACA JUGA:Rincian Biaya Haji 2026 Turun Meski Harga Avtur Naik, Segini Besarannya!
BACA JUGA:Kemenhaj Gandeng Polri Bentuk Satgas Pencegahan Haji Ilegal
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkop Farida Farichah menegaskan pentingnya peran koperasi, khususnya Baitul Maal wat Tamwil (BMT), dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BMT menjadi bagian strategis dalam mendukung program prioritas nasional, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), guna memperluas akses pembiayaan mikro dan meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi, Ari Permana, menilai BMT Al Fath IKMI sebagai salah satu BMT yang memiliki rekam jejak kuat, khususnya dalam menjaga kualitas pembiayaan.
“BMT Al Fath ini merupakan salah satu BMT yang dikenal dengan pendekatan yang relatif konservatif sejak awal berkembangnya BMT di era 1990-an. Sikap kehati-hatian dalam ekspansi justru menjadi kekuatan dalam menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat,” ujar Ari.
Ia menambahkan bahwa perluasan pembiayaan menjadi kunci untuk meningkatkan kebermanfaatan dana bergulir yang dikelola LPDB Koperasi. Oleh karena itu, LPDB Koperasi terus mendorong BMT, termasuk yang tergabung dalam Persatuan BMT dan Inkopsyah, untuk melakukan berbagai terobosan dalam memperluas jangkauan layanan pembiayaan termasuk bersinergi dengan KDKMP.
BACA JUGA:Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
Menurut Ari, BMT memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan lembaga keuangan konvensional, karena lahir dari gerakan sosial yang berkembang menjadi kekuatan ekonomi syariah.
“BMT memiliki dua sayap, yakni sayap bisnis dan sosial. Ini yang membuat pendekatannya lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ari menegaskan bahwa keberadaan BMT yang banyak tersebar di pedesaan sangat selaras dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diinisiasi pemerintah. Dalam skema yang sedang diuji coba, LPDB Koperasi menyalurkan pembiayaan kepada BMT, yang kemudian diteruskan kepada KDKMP, disertai dengan pendampingan intensif.
“KDKMP pada dasarnya masih membutuhkan penguatan, khususnya dalam aspek pembiayaan. Di sinilah peran BMT sebagai pendamping menjadi sangat penting, mulai dari operasional hingga penguatan kelembagaan, termasuk aspek perizinan,” ungkap Ari.
BACA JUGA:Percepat Implementasi Bahan Bakar Nabati untuk Ketahanan Energi Nasional
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: