Teknologi Estetika Dorong Tren Perawatan Preventif dan Ageless Beauty

Teknologi Estetika Dorong Tren Perawatan Preventif dan Ageless Beauty

Tren perawatan preventif dan ageless beauty makin diminati seiring perkembangan teknologi dalam merawat kecantikan-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Persepsi bahwa orang Asia tampak lebih awet muda kini mulai bergeser, seiring pesatnya perkembangan teknologi di industri estetika.

Jika sebelumnya faktor genetik, struktur wajah, dan gaya hidup dianggap sebagai penentu utama, kini perawatan berbasis teknologi turut memainkan peran penting dalam menjaga kualitas kulit secara konsisten.

BACA JUGA:N Beauty Resmi Dibuka di Karawang, Warga Kini Tak Perlu ke Luar Kota untuk Perawatan Kecantikan Premium

BACA JUGA:5 Jenis Produk Kecantikan dan Gaya Hidup Paling Laris versi Watsons, Aroma Bisa Sesuai Karakter

Dr. Farrah Al Gadri Arief, Mbiomed (AAM), Dipl. CIBTAC, ahli anti-aging Farlah Clinic menjelaskan, pendekatan preventif menjadi faktor utama dalam perawatan kulit modern. 

“Banyak orang menganggap bahwa perawatan anti-aging baru diperlukan ketika tanda penuaan sudah terlihat jelas. Padahal pendekatan preventif justru lebih efektif. Ketika perawatan dimulai sejak usia 30-an, tujuannya bukan mengubah wajah, tetapi menjaga kualitas kulit dan struktur wajah agar tetap sehat dan proporsional seiring bertambahnya usia,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026.

Perkembangan teknologi estetika memungkinkan perawatan yang lebih presisi, aman, dan terukur. Inovasi ini membuat tampilan kulit sehat dan proporsional tidak lagi sekadar “privilege” genetik, tapi bisa dicapai melalui pendekatan medis terencana dan berkelanjutan.

Fenomena ini mendorong meningkatnya minat terhadap konsep ageless beauty, yakni pendekatan yang menekankan kesehatan kulit secara alami seiring pertambahan usia. Tren ini kini tidak hanya diminati kelompok usia matang, tetapi juga mulai dilirik oleh individu usia 30-an sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap tanda penuaan.

BACA JUGA:Terdakwa Kasus Korupsi Satelit Kemhan Ajukan Eksepsi, Leonardi Nilai Dakwaan Kabur dan Cacat Hukum

Di Indonesia, industri kecantikan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilai pasar kecantikan nasional diperkirakan telah melampaui 8 miliar dolar AS dengan pertumbuhan tahunan sekitar 7–9 persen, menjadikannya salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya minat terhadap layanan estetika medis serta perubahan perilaku konsumen, di mana sekitar 37 persen Gen Z Indonesia berencana meningkatkan pengeluaran untuk produk dan layanan kecantikan sebagai bagian dari gaya hidup dan perawatan diri.

Sejalan dengan tren tersebut, berbagai perawatan non-bedah semakin banyak digunakan, mulai dari botulinum toxin untuk mengurangi kerutan dinamis, collagen stimulator yang merangsang produksi kolagen, hingga teknologi HIFU, skin booster, dan laser untuk memperbaiki tekstur serta pigmentasi kulit.

Pendekatan ini tidak lagi berfokus pada perubahan drastis, melainkan menjaga keseimbangan antara tampilan natural dan kesehatan kulit.

Di Farla Clinic, Farrah menambahkan, setiap perawatan diawali dengan konsultasi personal untuk memahami kondisi kulit dan struktur wajah sebelum menentukan pendekatan yang tepat. Hal ini penting untuk memastikan hasil yang tidak hanya efektif, tetapi juga selaras dengan karakter wajah masing-masing individu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait