Di Tengah Lonjakan Harga Plastik, Bisnis Reuse dan Refill Naik Daun

Di Tengah Lonjakan Harga Plastik, Bisnis Reuse dan Refill Naik Daun

Air Minum Biru, penyedia layanan air minum isi ulang, merupakan salah satu pelaku usaha yang telah lebih dahulu mengembangkan sistem distribusi berbasis isi ulang dengan galon milik pelanggan, sebagai bagian dari model operasionalnya, sehingga tidak berga--istimewa

BACA JUGA:Harga Plastik Naik Akibat Konflik Global, Purbaya: Belum Ada Permintaan Relaksasi Bea Masuk

Perubahan pendekatan ini mulai terlihat di berbagai sektor, termasuk industri air minum.

Air Minum Biru, penyedia layanan air minum isi ulang, merupakan salah satu pelaku usaha yang telah lebih dahulu mengembangkan sistem distribusi berbasis isi ulang dengan galon milik pelanggan, sebagai bagian dari model operasionalnya, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada produksi plastik baru.

“Dalam kondisi seperti sekarang, ketahanan sistem menjadi semakin penting. Kami sejak awal membangun model bisnis yang meminimalkan ketergantungan pada plastik baru, sehingga lebih adaptif terhadap perubahan di rantai pasok,” ujar Yantje Wongso, Direktur PT Biru Semesta Abadi (Air Minum Biru).

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya memberikan dampak dari sisi lingkungan, tetapi juga menciptakan sistem yang lebih stabil dalam menghadapi fluktuasi ketersediaan bahan baku plastik.

“Ketika pasokan dan harga menjadi tidak pasti, sistem yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya akan menjadi keunggulan. Reuse dan refill bukan hanya alternatif, tapi bagian dari solusi jangka panjang,” tambahnya.

BACA JUGA:Harga Plastik Meroket, Pedagang Ungkap Bisa Naik hingga 100 Persen

Selain itu, dalam menghadapi tekanan terhadap ketersediaan plastik, pendekatan yang lebih sirkular juga semakin relevan.

Air Minum Biru menyatakan bahwa pengembangan sistem yang mengoptimalkan penggunaan ulang (reuse) komponen kemasan menjadi bagian dari arah inovasi ke depan, dengan tetap mengedepankan standar kebersihan dan keamanan.

Dengan tekanan global yang masih berlangsung, pelaku industri diperkirakan akan semakin terdorong untuk membangun sistem yang lebih resilien, tidak hanya untuk menjaga efisiensi biaya, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan operasional di tengah ketidakpastian.

Pendekatan seperti reuse dan refill pun menjadi semakin relevan sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik baru sekaligus menciptakan sistem yang lebih adaptif terhadap dinamika rantai pasok global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait