Harga Emas Mulai Cerah di Tengah Ketidakpastian Global, Tembus 4.840 Dolar AS
Harga emas semakin tergerus di tengah perang Iran-Israel--pinterest
JAKARTA, DISWAY.ID - Dengan meningkatnya optimisme pasar modal akan perkembangan positif dari negosiasi penyelesaian perang dari Iran dan Amerika Serikat (AS), harga emas dunia kembali mengalami penguatan.
Dilansir dari data BCA Sekuritas, harga emas terpantau mengalami penguatan hingga mendekati USD 4.840. Jumlah tersebut diketahui naik 2,1 persen jika dibandingkan dengan sesi sebelumnya.
"Harga emas spot turun tipis 0,1 persen menjadi USD 4.838,53 per ons pada pukul 07.13 waktu Singapura. Perak turun 0,2 persen menjadi USD 79,42 per ons, setelah naik lebih dari 5 persen pada hari Selasa," tulis data tersebut, pada Rabu 15 April 2026.
BACA JUGA:Daftar Harga Emas Terbaru Hari Ini, Pegadaian Ungkap Harga 1 Gram hingga 1 Kg
Kendati begitu, kekhawatiran tentang kenaikan harga konsumen telah menyebabkan para pedagang bertaruh bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap untuk waktu yang lebih lama.
Imbasnya, hal ini sendiri juga akan berdampak kepada harga emas batangan, yang diprediksi tidak memberikan imbal hasil.
Selain itu menurut Ekonom dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, dalam situasi ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi, emas cenderung menguat karena berfungsi sebagai aset lindung nilai atau safe heaven.
BACA JUGA:Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Emas Terjun Bebas ke Level USD 4.650 per Ons
"Permintaan meningkat bukan karena faktor industri, tetapi karena investor global mencari keamanan dari volatilitas pasar keuangan," tutur Ronny ketika dihubungi oleh Disway.
"Jika ketegangan terus meningkat atau berubah menjadi konflik terbuka, tren penguatan emas berpotensi berlanjut, mencerminkan meningkatnya tingkat kecemasan di pasar global," tambahnya.
BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini Naik Gocap, Sebentar Lagi Antam OTW Rp3 Juta per Gram
Di sisi lain, Washington dan Teheran dikabarkan telah berupaya untuk mengatur putaran kedua pembicaraan damai dalam beberapa hari mendatang.
Dalam hal ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dapat dilanjutkan "dalam dua hari ke depan," seperti yang dilaporkan New York Post.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: