Banjir dan Longsor Hantam Pasaman, Rumah Warga Nyaris Hilang Cuma Sisa Atap
Dari pantauan video yang beredar di media sosial, banjir besar membuat rumah-rumah di Pasaman hanya tersisa bagian atap. --X/Tangkapan Layar
"Fokus kita adalah membuka kembali akses jalan yang amblas agar distribusi logistik tidak terhambat. Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah dikerahkan untuk melakukan kajian cepat terkait perbaikan jembatan penghubung Kampung Hanguih dan Durian Sikunik," tambahnya.
Bencana yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak Senin sore ini menyebabkan dampak kerusakan yang cukup serius.
Berdasarkan laporan terkini, musibah ini mengakibatkan dua orang warga hanyut; satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR, BPBD, dan relawan.
BACA JUGA:Tangsel Siap Berbenah 2027: Fokus Benahi Banjir dan Sampah, Layanan Digital Terpadu Dikebut
Bupati Welly Suhery menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini dan meminta tim penyelamat bekerja maksimal.
"Saya minta Tim SAR dan seluruh relawan menyisir area dengan teliti namun tetap memperhatikan keselamatan," ujar Bupati.
Menyikapi situasi kritis ini, Bupati juga menginstruksikan pihak kecamatan untuk segera mendirikan posko koordinasi.
"Posko harus segera berdiri untuk mempermudah koordinasi pencarian korban, pendataan bantuan, serta penanganan warga yang terisolasi. Semua informasi harus terpusat agar penanganan efektif," ujar Bupati Welly.
BACA JUGA:Antisipasi Risiko Banjir Jakarta, Kanal Banjir Barat Dikeruk Maraton Selama Setahun
Di Kecamatan Simpati, luapan air merendam puluhan bangunan dengan rincian sebagai berikut:
Kampung Sipisang: 20 rumah (22 KK).
Kampung Limapato: 14 rumah (17 KK).
Kampung Tapi: 3 rumah (3 KK)
Fasilitas Publik: 1 Kantor Wali Nagari, 2 bangunan sekolah (TK dan PKBM), serta Puskesmas Simpati.
Sementara di Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol, akses utama yang menghubungkan Kampung Hanguih dan Durian Sikunik terputus total, menyebabkan sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) terisolasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: