Kejar Target ROA 7,6 Persen di 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

Kejar Target ROA 7,6 Persen di 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

PTPN Group pasang target Return on Asset(ROA) yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029-Dok. PTPN Group-

JAKARTA, DISWAY.ID – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur finansial dan nilai ekonomi perseroan melalui program optimasi pemanfaatan aset tetap berupa tanah dan bangunan.

Langkah ini diambil sebagai respon strategis terhadap target Return on Asset (ROA) yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029.

BACA JUGA:Ahli Tegaskan Legalitas Pemberian HGB dan Inbreng Aset PTPN dalam Persidangan

Dalam acara Reviu Optimasi Aset Tetap Tanah dan Bangunan yang diselenggarakan di Aula 

PT Riset Perkebunan Nusantara, Bogor, pada tanggal 16-17 April 2026, manajemen memaparkan pencapaian ROA perseroan, yang hingga Desember 2025 (unaudited), realisasi ROA konsolidasi PTPN Group tercatat sebesar 3,27%. Capaian tersebut setara dengan 117,63% dari target tahun 2025 sebesar 2,78%.

Meskipun telah melampaui target tahunan, PTPN Group tetap fokus pada penguatan tata kelola aset untuk mengejar target jangka panjang yang tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029. 

BACA JUGA:Serangga Penyerbuk dari Afrika Diuji di Simalungun, Upaya PalmCo Tingkatkan Produktivitas Sawit

ROA yang ditetapkan perusahaan meningkat secara bertahap hingga mencapаi 7,6% рada tahun 2029. Hal ini menuntut penguatan strategi optimalisasi aset, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kinerja pada entitas Sub Holding dan Anak Perusahaan dengan ROA rendah atau negatif, agar aset yang dimiliki PTPN Group dapat memberikan kontribusi laba yang lebih optimal dan berkelanjutan sesuai target RJPP.

Guna mengakselerasi pencapaian target tersebut, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyelenggarakan sesi khusus Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan jajaran Direksi, Region Head Sub Holding, serta Kepala Divisi terkait. Pertemuan strategis ini 

bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi dari aspek GRC (Governance, Risk and Compliance) terhadap langkah-langkah yang telah diambil, serta mengevaluasi aspek penting lainnya yang mencakup strategi, struktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi analisis, hingga alur proses pengelolaan. 

BACA JUGA:Hani Pramono dan PAM Jaya Bagikan 270 Toren Gratis di Jakut, Perluas Akses Layanan Air Bersih

Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendi menyampaikan optimalisasi aset merupakan salah satu inisiatif strategis untuk memastikan 

seluruh sumber daya perusahaan dikelola secara produktif dan akuntabel. Ia menekankan perlunya pergeseran paradigma dari metode konvensional menuju pendekatan yang lebih modern dan adaptif.

Selain berfokus pada sisi finansial dan teknologi, Agung menginstruksikan penguatan pendekatan sosial kemasyarakatan yang humanis namun tetap strategis, guna menjawab kompleksitas permasalahan di setiap wilayah dengan solusi yang lebih relevan dan efektif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: