Cerita-cerita Korban Premanisme di Jakarta, Penghambat Hajat Orang

Cerita-cerita Korban Premanisme di Jakarta, Penghambat Hajat Orang

Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, deretan bajaj terparkir menunggu calon penumpang untuk menyewa.-Foto: Candra Pratama/Disway.id-

Di balik hiruk pikuk kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang tak pernah bernar-benar tidur, deru mesin bajaj menjadi bagian denyut nadi kota.

Kendaraan roda tiga berwarna biru itu silih berganti mengangkut penumpang, menyusuri kemacetan dan bertahan di tengah persaingan angkutan modern.

Namun di balik aktivitas tersebut, tersimpan cerita yang cukup memilukan. Sopir bajaj disebut-disebut menjadi salah satu saksi kerasnya kehidupan di Ibu Kota DKI Jakarta.

"Kalau lagi sepi kadang buat makan susah. Setoran juga tetap jalan," kata Harjo, seorang sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Minggu, 19 April 2026.

Dalam kesehariannya, ia memulai aktivitas sejak pagi buta --dengan harapan bisa mendapatkan penumpanh untuk menutup biaya operasional dan keluarganha di rumah.

Pada kondisi normal, ia bisa membawa pulang pendapatan bersih sekitar Rp 80 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Namun angka tersebut bisa anjlok ketika cuaca buruk atau penumpanh sepi.

BACA JUGA:Sopir Bajaj Dipalak Preman Tanah Abang Rp100 Ribu, Pramono: Tindak Tegas, Tak Ada Kompromi!

"Pendapatan gak nentu, mas. Ya yang penting bisa buat makan, setoran, sama kebutuhan sehari-hari di rumah," kata dia.

Setoran, Keamanan dan Beban

Bagi sebagian sopir bajaj, setoran kepada pemilik kendaraan atau "bos" menjadi kewajiban utama. Namun, Harjo, enggan membeberkan berapa setoran tersebut.

Ia berkelakar, jika bosnya membaca berita ini --setoran bajaj menjadi naik. Ia hanya bilang besaran setoran sekitar puluhan ribu per harinya, tergantung dengan pendapatan juga.

"Wah nanti bos tau setoran malah naik," ucapnya.

Persoalan tak berhenti di situ, sopir bajaj mengaku kerap menghadapi pungutan liar yang dilakukan oleh oknum tertentu di titik-titik mangkal.

"Kadang ya ada yang minta (uang keamanan) juga. Nggak banyak, tapi kalau setiap hari berat juga," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait