Cuaca Makkah-Madinah Capai 39 Derajat Celsius, Ini Imbauan Dokter PPIH untuk Jemaah Haji
Tenaga kesehatan dari Tim Kesehatan Penyelenggara Ibadah Haji (PKPPJH) Sektor 1 Daerah Kerja Bandara, dr M Fathi Banna Al Faruqi-MCH-
MADINAH, DISWAY.ID-- Cuaca ekstrem di Tanah Suci selama musim haji 1447 H/2026 M menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah Indonesia.
Suhu siang hari di Makkah mencapai sekitar 39 derajat Celsius, sementara di Madinah berkisar 38 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan rendah yang mempercepat penguapan cairan tubuh.
Tenaga kesehatan dari Tim Kesehatan Penyelenggara Ibadah Haji (PKPPJH) Sektor 1 Daerah Kerja Bandara, dr M Fathi Banna Al Faruqi, mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan kebiasaan sederhana untuk mencegah risiko kesehatan.
BACA JUGA:Konsumsi Jemaah Haji di Madinah Dijamin Rasa Indonesia, Total 27 Kali Makan Selama 9 Hari
“Perbedaan suhu dan kelembapan ini perlu diantisipasi, karena udara kering membuat cairan tubuh lebih cepat menguap dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan,” ujar dr Fathi di area hotel Daker Bandara, Madinah, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, dampak paling awal yang sering dialami adalah dehidrasi ringan. Kondisi ini kerap tidak disadari karena keringat langsung menguap tanpa terasa.
Tanda awalnya adalah bibir kering dan pecah-pecah yang jika dibiarkan dapat menjadi luka terbuka dan berisiko infeksi. Jemaah juga berpotensi mengalami sariawan yang mengganggu asupan makanan.
“Ketika bibir pecah atau sariawan, jemaah menjadi tidak nyaman saat makan. Dampaknya, asupan energi berkurang dan kondisi dehidrasi bisa semakin parah,” jelasnya.
BACA JUGA:Fast Track Disiapkan, Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tiba 22 April
Gangguan tersebut dapat mengganggu kelancaran ibadah, terutama aktivitas fisik selama rangkaian haji yang padat. dr Fathi menganjurkan pola minum dua teguk setiap 10 menit agar cairan tubuh tetap stabil tanpa terlalu sering ke kamar kecil.
“Disarankan minum dua teguk setiap 10 menit. Cara ini menjaga cairan tubuh tetap stabil tanpa membuat jemaah terlalu sering ke kamar kecil,” katanya.
Selain itu, jemaah diimbau selalu membawa botol minum berisi air putih atau air zamzam, serta menggunakan pelembap bibir berbasis petroleum jelly untuk menjaga kelembapan.
Dengan cuaca yang cenderung ekstrem, kesiapan individu menjadi kunci utama agar jemaah tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: