Isi Surat-Surat RA Kartini yang Menginspirasi Kaum Perempuan
Isi Surat-Surat RA Katini yang Menginspirasi Kaum Perempuan.-Historia-
JAKARTA, DISWAY.ID - Isi surat-surat Raden Ajeng Kartini menjadi salah satu warisan pemikiran yang paling berharga dalam sejarah Indonesia.
Melalui tulisannya, Kartini mengungkapkan gagasan tentang pentingnya pendidikan, kebebasan berpikir, serta kesetaraan bagi perempuan di tengah keterbatasan zamannya.
Surat-surat tersebut tidak hanya menjadi curahan hati, tetapi juga cerminan keberanian dan kecerdasannya dalam memperjuangkan perubahan.
Sebagian bbesar surat-surat Kartini ditujukan kepada pasangan suami istri J.H. Abendanon dan Rosa Abendanon.'
BACA JUGA:70 Poster Hari Kartini 2026 Gratis Lengkap Ucapan Penuh Semangat Perjuangan, Cocok Pasang di Medsos!
Mereka saling mengenal sejak menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda.
J.H. Abendanon kemudian merangkum dan menerbitkan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Licht pada tahun 1911.
Door Duisternis tot Licht kemudian diubah menjadi judul Habis Gelap, Terbitlah Terang terbitan Balai Pustaka yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu pada 1922.
Lalu pada tahun 1938 buku tersebut diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia sehingga menjadi lebih kohesif dan kronologis.
Isi Surat-Surat RA Katini
Berikut beberapa isi dari surat-surat RA Kartini kepada sahabat penanya pejabat Hindia-Belanda dan aktivis Belanda
"Di dunia Jawa, cinta merupakan khayalan. Bagaimana seorang laki-laki dan seorang wanita dapat saling mencintai, kalau pertemuan pertama kalinya terjadi setelah mereka saling terikat oleh pernikahan secara sungguh-sungguh? Dan apakah kamu membayangkan siksaan yang harus diderita seorang wanita, jika suaminya pulang bersama wanita lain? Suami dapat menyiksanya sampai mati, menyakitinya semaunya. Kalau suaminya tidak mau menceraikannya, sampai mati pun wanita itu tidak akan memperoleh hak!"
Kartini memiliki pemikiran progresif mengingat dirinya tumbuh dalam keluarga nigrat abad ke-19.
BACA JUGA:Sambut Hari Kartini 2026 DAMRI Bagikan Voucher Promo untuk 1.000 Perempuan Khusus Hari ini
Keluarga Kartini tetap mematuhi tradisi pingin, di mana anak perempuan tidak boleh ke luar rumah hingga dirinya siap menikah dengan pasangan yang dipilih orang tua.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: