Temuan Terbaru Kecelakaan Kereta di Bekasi, Gali Keterangan 2 Saksi Kunci
Keterangan sejumlah saksi kunci terus digali dari tragedi kecelakaan kereta di Bekasi.--istimewa
Ia menyoroti bahwa dalam kasus yang terjadi, pengemudi justru meninggalkan kendaraan di rel, yang dinilai sangat berbahaya.
"Kendaraan listrik pasti punya mekanisme darurat untuk dipindahkan. Ini yang harus dipahami oleh pengemudi agar tidak membahayakan perjalanan kereta," tegasnya.
Selain faktor kendaraan, Korlantas juga menyoroti rendahnya disiplin pengguna jalan.
Masih banyak pengendara yang menerobos palang pintu atau justru mempercepat laju kendaraan saat sinyal peringatan berbunyi.
"Ketika alarm berbunyi, seharusnya berhenti, tapi yang terjadi malah digas. Ini yang harus kita ubah. Kesadaran saja tidak cukup, harus diikuti dengan kepatuhan," tuturnya.
Pihaknya menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap korban kecelakaan, terutama dalam periode emas (golden period), guna menekan angka fatalitas. Dalam beberapa kejadian, respons cepat tim gabungan dinilai mampu menyelamatkan korban.
Korlantas bersama instansi terkait akan terus berkoordinasi untuk memperbaiki sistem keselamatan di perlintasan sebidang, termasuk pemasangan palang pintu resmi dan peningkatan pengawasan.
"Hasil olah TKP akan menjadi dasar rekomendasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali," paparnya.
Sementara Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin mengatakan penanganan kasus ini kini diperkuat dengan turunnya tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Korlantas Polri untuk mengungkap faktor pemicu insiden.
Dijelaskannya, investigasi masih berlangsung dan belum ada kesimpulan terkait penyebab utama kecelakaan.
Tim TAA dari Direktorat Penegakan Hukum saat ini tengah melakukan kajian mendalam, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian.
"Masih kita lakukan pendalaman. Bisa jadi karena human error, faktor kendaraan, faktor jalan, atau bahkan cuaca. Semua masih dalam kajian tim TAA," bebernya.
BACA JUGA:Cegah Kecelakaan Kereta, Pramono Siap Bantu KAI Benahi Perlintasan Sebidang Tak Berpalang
Diterangkannya, fokus penyelidikan kepolisian berada pada peristiwa awal di perlintasan sebidang, yakni tabrakan antara kereta api dan taksi.
Sementara itu, aspek teknis perkeretaapian menjadi ranah KNKT.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: