KAI Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek Per 9 Mei 2026, Ini Filosofinya!

Selasa 05-05-2026,16:09 WIB
KAI Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek Per 9 Mei 2026, Ini Filosofinya!

KAI Ubah Nama KA Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek Per 9 Mei 2026.-@kai121_-Instagram

Untuk stasiun pemberhentian tetap terbatas, hanya melayani penumpang di Surabaya Pasar Turi, Semarang Tawang, Cirebon dan Gambir.

Sejarah KA Anggrek dalam Pereketapian Indonesia

Sebelum tranformasi identitas pada 9 Mei 2026, kereta ini bernama KA Argo Bromo Anggrek dan semula bernama Argo Bromo JS-950 yang mulai dioperasikan pada 31 Juli 1995.

BACA JUGA:Sejarah KA Argo Bromo Anggrek yang Terlibat Kecelakaan Maut di Bekasi, Benarkah Kereta Tercepat di Indonesia?

'JS' sendiri merupakan singkatan dari Jakarta Surabaya, sedangkan angka '9' menujukkan waktu tempuh perjalanan dan '50' merujuk pada usia kemerdekaan Republik Indonesia saat itu.

Baru di tanggal 24 September 1997, layanan ini semakin berkembang dengan diluncurkannya varian "Anggrek" diambil dari bunga nasional Indonesia.

Penamaan "Bromo" terinspirasi dari gunung berapi ikonik di Jawa Timur.

Sejak pertama kali beroperasi, kereta ini langsung menempati kasta tertinggi dalam layanan perkeretaapian nasional.

Hal tersebut terlihat dari penggunaan nomor perjalanan 1 hingga 4 dalam grafik perjalanan kereta api (Gapeka), yang menandakan prioritas utama dalam pengoperasiannya.

Di tahun 2011, kereta ini diperkenalkan dengan julukan livery Go Green yakni pembaruan kereta K9 re-engineering dengan desain interior dan eksterior lebih modern dan  fasilitas toilet ramah lingkungan.

Kamudian di tahun 2015, dilakukan penyegaran tampilan melalui konsep livery yang semakin menegaskan citra mewah dan premium pada layanan ini.

Setahun kemudian, inovasi berlanjut dengan kehadiran KA Eksekutif New Image 2016. 

Pembaruan tersebut mencakup berbagai peningkatan fasilitas, seperti penambahan tirai jendela serta pijakan kaki lipat demi menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Dari sisi teknis, kereta ini dibekali bogie K9 (CL243 bolsterless) yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Alstom. 

Dengan dukungan teknologi suspensi udara yang diterapkan memungkinkan laju kereta tetap stabil hingga kecepatan 120 km per jam dengan tingkat getaran yang lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait