Sambut Hari Raya Waisak 2570 B.E., Bimas Buddha Hadirkan Donor Darah dan Pengobatan Gratis bagi Umat
Menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E, Bimas Buddha menyelenggarakan kegiatan Donor Darah dan Pengobatan Gratis sebagai bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 B.E-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyelenggarakan kegiatan Donor Darah dan Pengobatan Gratis sebagai bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 B.E.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi pada Selasa, 5 Mei 2026, ini menghadirkan berbagai layanan sosial, mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan pengobatan gratis, terapi TCM (Traditional Chinese Medicine), Terapi Akupuntur, dan pembagian kacamata baca bagi masyarakat usia di atas 40 tahun.
Program ini terlaksana berkat kerja sama Ditjen Bimas Buddha dengan Klinik Pratama Kementerian Agama, PMI Provinsi DKI Jakarta, Prodi Dharma Usada Institut Nalanda, DPP WALUBI dan Keluarga Besar Medis Buddhis Indonesia.
BACA JUGA:Kasus Pati Bikin Geger! Waka DPR: Kemenag Jangan Obral Izin Pesantren Tapi Buta Pengawasan
Direktur Jenderal Bimas Buddha, Supriyadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan cinta kasih kepada sesama.
“Kami berpikir bahwa menyongsong, memperingati, merayakan hari keagamaan bukan semata-mata sifatnya ritualitas, namun agama harus bisa menjiwai kehidupan setiap umat manusia yang meyakininya, agar agama itu bisa memberikan pencerahan dan kebaikan bagi para sesama dan juga alam semesta,” ujarnya.
Supriyadi juga menjelaskan bahwa melalui Vesakha Sananda, Bimas Buddha bersama organisasi keagamaan Buddha merancang rangkaian kegiatan selama satu bulan penuh untuk menyambut datangnya Waisak dengan penuh sukacita melalui praktik kebajikan.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan donor darah dan cek kesehatan/pengobatan gratis sebagai bagian saling mengingat, saling memberi, dan saling mengasihi antar sesama, agar apa yang kita lakukan juga bisa dinikmati masyarakat sekitar,” tambahnya.
Dirinya turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, termasuk tenaga medis, relawan, serta mitra yang menyediakan layanan kesehatan dan bantuan bagi masyarakat.
BACA JUGA:Dahlan Iskan: Kunci Manajemen Sehat, Pemimpin Harus Mau Mendengar
Sementara itu, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) PMI Provinsi DKI Jakarta, Nurhasanudin, mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Jakarta mencapai 1.000 hingga 1.200 kantong setiap hari.
“Saya mewakili Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, ingin menyampaikan salam hormat dan ucapan terima kasih atas keikutsertaan Bapak-Ibu hadirin sekalian dalam rangka menjaga ketersediaan darah di Jakarta," kata Nurhasanudin.
"Kebutuhan Jakarta begitu tinggi, pastinya tidak akan ada penurunan. Donor darah ini kami pastikan tidak hanya sehat untuk si pendonor tetapi juga dapat menyehatkan dan menyelamatkan saudara-saudara kita yang berada di balik tembok rumah sakit,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebajikan, kepedulian, dan cinta kasih yang menjadi nilai utama dalam ajaran Buddha dapat terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, sejalan dengan semangat Waisak untuk menjaga perdamaian dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: