Lulusan SMK Jadi Penyumbang Pengangguran Tertinggi, Pemerintah Genjot Program Magang 4 Tahun
Pemerintah memperkuat program magang, SMK 4 tahun, hingga Makan Bergizi Gratis untuk meningkatkan penyerapan kerja lulusan SMK dan membuka jutaan lapangan pekerjaan baru-dok. Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah memperkuat program magang, SMK 4 tahun, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan penyerapan kerja lulusan SMK dan membuka jutaan lapangan pekerjaan baru.
Harapan orang tua terhadap lulusan SMA dan SMK kini mengalami perubahan besar.
Jika dahulu target utama setelah lulus adalah langsung bekerja, kini dunia pendidikan dan industri menuntut lulusan memiliki keterampilan, pengalaman praktik, serta kesiapan kerja yang lebih matang.
BACA JUGA:Program MBG Jadi Senjata Baru Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Siswa Lebih Fokus dan Semangat Belajar
Pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto mulai mengubah pendekatan pendidikan vokasi dengan memperkuat program magang, kerja sama industri, hingga pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis kebutuhan dunia kerja.
Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang sebelumnya hanya menjadi syarat kelulusan, kini diarahkan menjadi bekal utama siswa untuk masuk ke dunia industri.
Sertifikat magang tidak lagi sekadar pelengkap administrasi, tetapi menjadi nilai tambah yang diperhitungkan perusahaan saat proses rekrutmen.
Lulusan SMK Masih Dominasi Angka Pengangguran
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, lulusan SMK menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 8,63 persen.
BACA JUGA:Kecelakaan Kereta di Bekasi Siapa Salah?
Meski demikian, ada perkembangan positif pada 2026.
Data BPS per Februari 2026 menunjukkan angka pengangguran lulusan SMK dan SMA turun menjadi 7,74 persen dibanding November 2025 yang berada di level 8,45 persen.
BPS juga mencatat sebanyak 147,67 juta penduduk telah bekerja, sementara tingkat penyerapan lulusan usia 18–21 tahun mencapai 91,46 persen melalui jalur kerja, pendidikan lanjutan, maupun wirausaha.
Namun demikian, lulusan SMK dan SMA masih menjadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: