Kecelakaan Kereta di Bekasi Siapa Salah?
Korban tewas dalam kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 Orang-Dok. Basarnas-
Kecelakaan dua kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur jadi pukulan telak bagi beberapa pihak. Khususnya PT Kereta Api Indonesia.
Insiden besar itu melibatkan tiga rangkaian kereta sekaligus dalam satu waktu: dua KRL dan satu kereta ekspres.
Jika dirunut kembali, memang ada satu pemicunya. Ya, itu adalah mobil listrik milik Green SM yang terjebak di tengah-tengah rel. Unit baterai dan motor listriknya nggak bisa gerak.
BACA JUGA:Janji Dirut KAI: FULL Dampingi Perawatan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi!
Pada malam itu, Senin, 27 April 2026, pascainsiden --beberapa warga yang kami wawancarai memberi kesaksian yang cukup mengerikan.
Seorang driver ojek online (ojol), Dinti (34) misalnya. Saat kejadian, kata dia, taksi listrik itu nggak bisa didorong saat terjebak di tengah rel.
"Tadi yang saksi mata bilang --taksi itu mogok lama, tapi nggak ada yang bantu dorong. Itu taksi listrik, jadi nggak bisa didorong karena mobilnya ngunci," kata Dinti.
Ini tentunya bukan sekadar kesalahan pribadi sang sopir, tapi ada masalah yang tak kasat mata dari unit mobil listrik yang terbilang canggih.
Sederhananya, mobil listrik, motor dan baterai mati diduga efek medan elektromagnetik gesekan roda kereta dengan rel. Tapi kenapa mengunci? Ini yang harus dijawab oleh pabrikan VinFast.
Jika anggapan warga setempat benar, mungkinkah ada yang salah dari fitur keamanannya? Jika roda mengunci karena mobil tak bisa menanjak, wajar saja.
BACA JUGA:Menhub Minta Publik Bersabar, Tunggu Hasil Investigasi KNKT soal Kecelakaan KA Bekasi Timur
Tapi, misalnya, bagaimana jika itu kembali terjadi di tengah rel? Harapannya tentu tidak. Namun ini menjadi pukulan telak bagi Green SM maupun FinVast.
Buntut insiden yang dialami mobil taksi hijau tersebut, KRL dari arah Jakarta-Cikarang tiba di Stasiun Bekasi Timur. Karena ada kejadian di depannya, mau tidak mau kereta harus menunggu evakuasi mobil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: