Kecelakaan Kereta di Bekasi Siapa Salah?
Korban tewas dalam kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 Orang-Dok. Basarnas-
Namun tak berselang lama datang dari arah Gambir, kereta Argo Bromo Anggrek melaju di rel yang sama. Tabrakan pun tak terhindarkan. Gerbong KRL paling belakang khusus wanita hancur ditubruk.
Imbasnya, terdapat 92 korban luka-luka harus dirawat di rumah sakit. Kemudian ada 16 korban meninggal dunia dalam insiden memilukan ini.
Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Said Aqil Siradj lantang menyalahkan sang sopir taksi listrik online Green SM yang teledor. Nekat terobos perlintasan. Ujung-ujungnya mobil mati di tengah rel.
Said Aqil bilang, sebelum peristiwa maut terjadi tanda alarm darurat sudah dibunyikan. Namun tidak bisa dipungkiri jika kereta tidak dapat mengerem secara mendadak.
BACA JUGA:Update Korban Tabrakan Kereta Bekasi: 10 Korban Dirawat, Satu Pasien Jalani Perawatan Intensif
"Nggak mungkin kereta ngerem. Yang salah taksi yang menyeberang," tegasnya.
Kendati begitiu, Said Aqil juga bilang peristiwa maut tersebut diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
"Baik bagi sopir-sopir mobil, pengendara mobil, maupun masinis semuanya harus mengambil pelajaran yang sangat berharga ini. Karena tidak akan terjadi kalau kita hati-hati atau betul-betul waspada," ujarnya di RSUD Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Said Aqil pun menyoroti peran taksi listrik Green SM saat peristiwa terjadi. Ia menghimbau kepada semua pengendara untuk tidak terlalu dekat dengan palang kereta api.
"Kalau sudah jelas kereta dekat, mobil itu melintas pasti mati mesinnya. Apalagi mobil listrik, mobil apa, mesinnya mati. Pasti. Karena ada getaran dari mesin lokomotif. Mudah-mudahan tidak terulang lagi," tuturnya.
Saat menilik para korban kecelakaan di RSUD Kota Bekasi, kata Said Aqil, semuanya tidak ada yang menyangka bahwa peristiwa maut ini akan terjadi.
"Yang saya tanya tadi 8 orang tadi ya nggak ada mengira. Tahu-tahu 'brak'. Tapi memang ada tanda-tanda apa alarm ada sih. Hanya saja ya nggak mungkin kereta ngerem," tuturnya.
Di sisi lain Green SM secara terbuka menyampaikan duka kepada seluruh korban tanpa terkecuali.
"Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," tulis perusahaan asal Vietnam itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: