9 dari 10 Anak Muda Paham Keuangan Digital, Mahasiswa Terbukti Melek Fintech

Sabtu 16-05-2026,05:30 WIB
9 dari 10 Anak Muda Paham Keuangan Digital, Mahasiswa Terbukti Melek Fintech

Melalui diskusi ringan bersama mahasiswa, peserta didorong untuk mulai membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini, mulai dari memahami prioritas kebutuhan, membuat perencanaan pengeluaran, memiliki tujuan finansial, hingga mengevaluasi pola konsumsi.--OVO

“Fintech hari ini bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu generasi muda membangun kebiasaan finansial yang kuat dan lebih sehat. Melalui Fintech Academy, OVO ingin mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif menggunakan layanan digital, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Asep Haekal.

Melalui diskusi ringan bersama mahasiswa, peserta didorong untuk mulai membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini, mulai dari memahami prioritas kebutuhan, membuat perencanaan pengeluaran, memiliki tujuan finansial, hingga mengevaluasi pola konsumsi.

BACA JUGA:37 Guru SMK Terpilih Resmi Jadi Duta Literasi Keuangan FIFGROUP

Pemahaman ini menjadi penting agar kemudahan promo, pembayaran cashless, dan akses layanan keuangan digital tidak justru mendorong perilaku konsumtif, melainkan dapat mendukung pengelolaan keuangan yang lebih seimbang.

Selain membahas pengelolaan keuangan, sesi ini juga menyoroti pentingnya keamanan dalam menggunakan layanan fintech.

Mahasiswa diajak untuk lebih sadar terhadap perlindungan data pribadi, keamanan transaksi, serta pentingnya memilih layanan keuangan digital yang resmi dan terpercaya. 

BACA JUGA:ABPEDNAS Minta Desa Efektif Kelola Keuangan Daerah, Setiap Rupiah Harus Transparan!

Kewaspadaan ini menjadi semakin relevan di tengah maraknya kasus penipuan digital dengan modus social engineering yang banyak menyasar pengguna, termasuk anak muda. 

Dengan literasi yang baik, generasi muda diharapkan dapat menjadi pengguna layanan keuangan digital yang lebih cermat dan bijak.

Hal ini menjadi penting karena semakin tingginya pemanfaatan layanan berbasis digital juga perlu diikuti dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk penyalahgunaan data dan modus penipuan digital.

Sesi pembuka Fintech Academy di UNSOED juga menghadirkan diskusi bersama sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk Burhan Kurniawan, Head of Payment and Digibank OVO, bersama Tulus Abadi, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia.

BACA JUGA:Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional

Kehadiran narasumber ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif kepada mahasiswa, mulai dari perkembangan industri fintech, pentingnya literasi dan perlindungan konsumen, hingga penggunaan layanan keuangan digital yang bertanggung jawab.

“Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital harus selalu diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai perlindungan konsumen, keamanan data pribadi, serta cara menggunakan fintech secara bijak. Maka dari itu, edukasi seperti Fintech Academy menjadi penting untuk membekali generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial yang lebih tepat dan sesuai kebutuhan mereka,” ujar Tulus.

Antusiasme mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam sesi ini mencerminkan tingginya minat generasi muda, termasuk di daerah, terhadap pemahaman keuangan digital yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: