Melempem Seharian hingga Penutupan, Bos IHSG Beralasan Bursa Kena Imbas Long Weekend
IHSG melemah saat penutupan-Disway.id/Bianca Khairunnisa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup sesi perdagangannya pada Senin 18 Mei 2026 sore ini dengan terpuruk di zona merah.
Dalam hal ini, IHSG ditutup dengan melemah sebanyak 124,08 poin, atau setara dengan 1,85 persen ke level 6.599,24.
Jumlah tersebut sendiri diketahui jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan angka pada penutupan Sesi I siang ini, yang berjumlah sebesar 6.470,43.
Di sisi lain, pelemahan serupa juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang juga ikut turun mendekati penutupan. Dalam hal ini, Indeks LQ45 terkoreksi sebanyak 6,79 poin, atau turun sebesar 1,03 persen ke level 651,09.
BACA JUGA:Pasar Saham Berdarah-darah, Bos IHSG Buka-bukaan soal Kondisi Bursa Terkini
BEI Pastikan Transaksi Berjalan Efisien
Dalam menanggapi pelemahan masif IHSG ini sendiri, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa pihaknya akan tetap memastikan bahwa infrastruktur perdagangan bursa akan tetap berjalan dengan lancar.
Dalam hal ini, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Jeffrey Hendrik menuturkan bahwa langkah ini sendiri juga merupakan upaya BEI untuk memperbaiki pengelolaan pasar.
BACA JUGA:Saat Investor Ketakutan IHSG Rontok, Purbaya Justru Teriak: Serok Bawah
"Yang kami pastikan berjalan dengan baik adalah infrastruktur perdagangan, kemudian juga pengaturan dan pengawasan itu berjalan terus dengan baik. Kemudian selanjutnya tentu kami serahkan kepada mekanisme pasar," jelas Jeffrey di kantor BEI, Jakarta Selatan, pada Senin 18 Mei 2026.
Di sisi lain, Jeffrey juga menuturkan bahwa terkoreksinya pasar saham pada Senin ini masih in line dengan global market.
BACA JUGA:IHSG Terpuruk Lagi saat Penutupan, Kepercayaan Investor Jadi Taruhan
"Ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi. Tetapi kita juga melihat bahwa hari Kamis dan Jumat pasar kita libur, di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia itu juga mengalami koreksi," jelas Jeffrey kepada Disway dan awak media lainnya di kantor BEI, Jakarta Selatan.
"Dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, Itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi saya rasa masih in line dengan global market," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: