Diduga Efek Rupiah Melemah, Pedagang Hewan Kurban Meringis Penjualan Turun
Malik Ardiansyah (31), mengatakan, turunya penjualan diduga pengaruh lemahnya rupiah terhadap Dollar AS-Disway/Fajar Ilman-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Menjelang Hari Raya Idul Adha, pedagang hewan kurban mulai merasa resah. Pasalnya, tren penjualan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Kondisi ini diduga dipengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah yang berdampak pada kenaikan berbagai biaya operasional dan harga kebutuhan pokok.
BACA JUGA:Melempem Seharian hingga Penutupan, Bos IHSG Beralasan Bursa Kena Imbas Long Weekend
Salah satu penjual hewan kurban dikawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Malik Ardiansyah (31), mengatakan, turunya penjualan diduga pengaruh lemahnya rupiah terhadap Dollar AS.
Sehingga menyebabkan naiknya biaya distribusi dan operasional yang ikut terdampak kenaikan harga di berbagai sektor.
"Menurut saya sih emang pengaruh dari dampak-dampak semua banyak kenaikan. Dari segi-segi BBM ada kenaikan, dari bahan-bahan kayak plastik naik, pengaruh ke semuanya jadinya,"katanya saat ditemui, Senin, 18 Mei 2026.
BACA JUGA:Komdigi Blokir Ribuan Nomor Penipu yang Mengaku Sebagai Anggota DPR dan Pejabat
Ia menjelaskan perbandingan penjualan hewan kurban tahun ini dibandingkan tahun lalu.
"Biasanya kita sebulan aja udah masuk 50 persen. Sekarang kita udah majang 1 bulan baru kisaran 30 persen aja," katanya.
Ia menyampaikan, naiknya harga hewan kurban menjadi salah satu faktor sulitnya menjual dagangannya.
Ia menyebutkan, tahun ini ada harga kambing dan domba, mengalami kenaikan Rp200.000 hingga Rp300.000 per ekornya.
BACA JUGA:Gerakan Nasional Migran Aman Diluncurkan, Pemerintah Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Adapun untuk harga kambing dan domba ia mematok mulai dari harga Rp2.800.000 hingga Rp8.000.000.
Sedangkan, lanjut Dia, untuk harga sapi juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ia menjual sapi mulai dari Rp23.500.000 sampai Rp29.000.000 per ekor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: