Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, BI Ungkap Kelebihan dari Cadangan Devisa

Senin 18-05-2026,22:59 WIB
Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, BI Ungkap Kelebihan dari Cadangan Devisa

Menurut Perry, kebijakan tersebut dinilai cukup efektif, tercermin dari arus masuk modal bersih melalui SRBI yang mencapai USD 105,16 miliar secara tahun kalender hingga 18 Mei 2026.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam upayanya untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat (AS), Bank Indonesia (BI) menyatakan cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menstabilkan nilai tukar rupiah.

Dalam hal ini, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa saat ini BI memiliki cadangan devisa sebesar USD 114 miliar dan telah meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing, baik melalui pasar spot, lindung nilai, maupun forward.

BACA JUGA:Kemlu: Kapal yang Bawa Jurnalis Bambang Noroyono Masih Hilang Kontak usai Dicegat Israel

"Jadi, kami pastikan cadangan devisa lebih dari cukup," ujar Perry dalam Rapat Kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang digelar pada Senin (18/05)

Kendati begitu, Perry juga menambahkan bahwa jumlah tersebut masih berada di atas standar Assessing Reserve Adequacy (ARA) yang ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF).

Oleh karena itulah, Perry menekankan bahwa intervensi di pasar valuta asing merupakan salah satu langkah BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BACA JUGA:Komisaris PT SKS Bongkar Dugaan Penggelapan di Sidang PKPU, Klaim Ada Dana Rp9M yang Digelapkan Eks Dirut

"Cadangan devisa lebih dari USD 100 miliar. Masih lebih dari cukup, sehingga dosis intervensinya kami naikkan," imbuh Perry.

Melanjutkan, Perry juga menuturkan bahwa selain intervensi pasar, BI juga meningkatkan tingkat imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 6,41 persen untuk mendukung arus masuk modal asing (capital inflow).

Menurut Perry, kebijakan tersebut dinilai cukup efektif, tercermin dari arus masuk modal bersih melalui SRBI yang mencapai USD 105,16 miliar secara tahun kalender hingga 18 Mei 2026.

"Kenapa kami meningkatkan bunga SRBI? Supaya net inflow masih terjadi. Alhamdulillah itu mencatat inflow, sehingga menambah pasokan valas di dalam negeri," tambahnya.

BACA JUGA:Eks Dirut PTPN II Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Fakta Persidangan Banyak Diabaikan

Selain itu, Perry mengatakan BI juga telah memperluas transaksi yuan-rupiah di pasar domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

BI, lanjutnya, juga akan menurunkan batas pembelian dolar AS tunai di pasar domestik tanpa underlying dari sebelumnya USD 50 ribu per pelaku per bulan menjadi USD 25 ribu mulai Juni mendatang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait