Ledakan AI dan Big Data Picu Tantangan Baru bagi Infrastruktur Penyimpanan Data Perusahaan

Kamis 28-05-2026,15:39 WIB
Ledakan AI dan Big Data Picu Tantangan Baru bagi Infrastruktur Penyimpanan Data Perusahaan

Synology resmi menghadirkan PAS7700 di Indonesia, sistem penyimpanan all-flash NVMe dengan arsitektur aktif-aktif yang dirancang untuk kebutuhan enterprise berskala besar.--Freepik

JAKARTA, DISWAY.ID - Adopsi kecerdasan buatan (AI), analisis big data, hingga otomatisasi sistem di berbagai sektor industri kini mendorong lonjakan volume data perusahaan ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kondisi ini membuat infrastruktur penyimpanan data tidak lagi sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan, melainkan menjadi fondasi utama yang menopang operasional bisnis sehari-hari.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem yang cepat, stabil, dan minim downtime, perusahaan kini menghadapi tantangan baru dalam memastikan pengelolaan data tetap aman sekaligus mampu mendukung beban kerja berbasis AI yang terus berkembang.

BACA JUGA:Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah, Data Penerima Bakal Terhubung Antarinstansi

Menjawab kebutuhan tersebut, Synology resmi menghadirkan PAS7700 di Indonesia, sistem penyimpanan all-flash NVMe dengan arsitektur aktif-aktif yang dirancang untuk kebutuhan enterprise berskala besar.

Menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan membutuhkan sistem penyimpanan internal yang mampu memproses data dalam jumlah besar secara cepat dan stabil demi menjaga kelangsungan operasional bisnis.

Clara Hsu, Indonesia Country Manager di Synology, mengungkapkan bahwa perusahaan di Indonesia kini semakin aktif mengadopsi teknologi seperti AI dan otomatisasi sistem. 

BACA JUGA:Astra Perkuat Strategi untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan dan Penciptaan Nilai Jangka Panjang

Akibatnya, beban kerja pada pusat data internal perusahaan meningkat secara signifikan.

Menurutnya, dalam era bisnis yang semakin bergantung pada data, lambatnya akses data atau gangguan sistem dapat menghambat laju pertumbuhan bisnis.

“PAS7700 hadir sebagai jawaban langsung kami bagi berbagai industri di Indonesia yang ingin memperbarui infrastruktur yang sudah ada agar mampu mengikuti kebutuhan pengelolaan data yang terus meningkat pesat. Dengan arsitektur aktif-aktif yang sangat tangguh, PAS7700 memberikan fondasi yang kokoh agar pemrosesan data berskala besar dan aplikasi berbasis AI dapat terus berjalan dengan kecepatan penuh selama 24 jam sehari tanpa gangguan,” ujar Clara. 

Bie-i Chu, Executive Vice President of Synology NAS Group, menambahkan bahwa PAS7700 merupakan hasil dari pengalaman Synology selama lebih dari 25 tahun di industri penyimpanan data, serta kolaborasi erat dengan pengguna enterprise untuk memahami kebutuhan mereka terhadap performa dan skalabilitas.

BACA JUGA:PUSKEPI Soroti Sinergi Holding BUMN, Anak Perusahaan Dinilai Masih Dianaktirikan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: