Pancasila dan Tanggung Jawab Moral Indonesia Bagi Perdamaian Dunia
Ahmad Tholabi Kharlie (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Anggota Dewan Pendidikan Tinggi)-Istimewa-
“Persatuan Indonesia pada era digital juga berarti membangun ruang publik yang sehat, menjunjung etika komunikasi, melawan hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan berbagai bentuk polarisasi yang dapat menggerus kohesi sosial bangsa,” ujarnya.
Tholabi juga menilai bahwa Pancasila memiliki dimensi ekologis yang semakin penting di tengah ancaman perubahan iklim global dan kerusakan lingkungan.
Nilai gotong royong dan keadilan sosial dapat menjadi dasar moral dalam membangun tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan bumi dan masa depan generasi mendatang.
Menurutnya, krisis lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan etika peradaban.
BACA JUGA:Dari Pasar Senen ke Pasar Modal
Dalam konteks global, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral dunia atau moral middle power yang dapat menghadirkan diplomasi perdamaian berbasis nilai-nilai Pancasila.
Tradisi musyawarah, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat kemanusiaan universal merupakan modal penting Indonesia untuk terus berkontribusi dalam penyelesaian konflik, pembangunan dialog antarbangsa, dan penguatan solidaritas kemanusiaan internasional.
Ia juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Pancasila di ruang publik.
Kampus memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menanamkan budaya dialog, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta penguatan etika kebangsaan kepada generasi muda.
BACA JUGA:Pesta Babi dan Krisis Dialog di Papua
Integrasi antara keilmuan, agama, kemanusiaan, dan kebangsaan perlu terus diperkuat agar pendidikan tinggi tidak hanya melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial.
Lebih lanjut, Anggota Dewan Pendidikan Tinggi ini mengapresiasi peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang menampilkan semangat gotong royong, keterlibatan masyarakat luas, dan penghormatan terhadap kebinekaan bangsa.
Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan sosial perlu terus dihadirkan dalam kebijakan publik, pendidikan, kehidupan sosial, serta tata kelola pemerintahan agar Pancasila benar-benar menjadi ideologi yang hidup dalam keseharian masyarakat Indonesia.
BACA JUGA:Tunas Bangsa dan Nafas Kebangkitan
“Pancasila adalah titik temu kebangsaan yang mempersatukan Indonesia sekaligus pesan moral yang dapat ditawarkan kepada dunia. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia memiliki tanggung jawab sejarah untuk terus menghadirkan nilai perdamaian, persaudaraan, dan keadilan melalui pengamalan Pancasila,” ujar Tholabi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: