Fundamental Ekonomi Dinilai Solid, Pemerintah Fokus Percepat Pertumbuhan Sektor Riil
Sejumlah sektor yang menjadi fokus pemerintah antara lain ketahanan pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi.-Disway/Anisha Aprilia-
Perry mengakui kenaikan suku bunga di luar negeri telah memicu arus keluar modal (outflow) dari pasar keuangan Indonesia, baik dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), maupun dalam jumlah yang lebih kecil dari instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Oleh karena itu, fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujarnya.
Selanjutnya, langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan.
Upaya ini dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di BI, disertai peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya dan Bank Indonesia Siapkan Langkah Sinkronisasi, Jaga Rupiah dan Dorong Ekonomi
Menurut Perry, kebijakan tersebut memungkinkan operasi moneter tetap berjalan efektif untuk menjaga stabilitas rupiah, sementara kebijakan fiskal juga dapat berjalan optimal dalam mendukung perekonomian.
Ia optimis sinergi kedua kebijakan tersebut dapat menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dua hal itu yang kami lakukan. Kami sepakat ini akan terus kita lakukan penguatan koordinasi fiskal yang sudah kuat selama ini sekarang diperkuat dan secara berkesinambungan terus akan diperkuat saling mendukung saling memperkuat untuk sama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi stabilitas nilai makroekonomi sesuai dengan dinamika yang ada," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: