Evaluasi Haji 2026, Amirul Hajj Soroti Layanan Haji di Mina hingga Kualitas Hotel di Makkah

Senin 08-06-2026,20:33 WIB
Reporter: Moh Purwadi |
Evaluasi Haji 2026, Amirul Hajj Soroti Layanan Haji di Mina hingga Kualitas Hotel di Makkah

Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf, mengaku mendapat evaluasi dan masukan soal Tim Amirul Hajj selama mendampingi jemaah Indonesia di Arab Saudi-Disway.id/Moh Purwadi-

JAKARTA, DISWAY.ID – Pelaksanaan ibadah haji 2026 telah memasuki tahap evaluasi.

Sejumlah catatan penting muncul dari hasil pemantauan langsung Tim Amirul Hajj selama mendampingi jemaah Indonesia di Arab Saudi. 

BACA JUGA:Kapan Jakarta Fair 2026 Dibuka? Cek Jadwal, Harga Tiket, dan Rute Transportasi

Mulai dari layanan di Mina yang masih menghadapi persoalan kepadatan, ketepatan waktu transportasi jemaah, hingga kualitas hotel di Makkah menjadi perhatian utama yang akan dijadikan bahan perbaikan untuk penyelenggaraan haji tahun depan.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, berbagai rekomendasi tersebut lahir dari pengamatan langsung di lapangan selama proses pelaksanaan ibadah haji.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan terhadap jemaah Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh tim dari Amirul Hajj adalah pertama peningkatan layanan di Mina,” ujar Gus Irfan saat memimpin kepulangan Tim  Amirul Hajj di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 8 Juni 2026. 

BACA JUGA:Update Kasus Riset Palsu, Kemdiktisaintek-BRIN Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum

Menurut Gus Irfan, kawasan Mina masih menjadi tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji karena keterbatasan ruang yang harus menampung jutaan jemaah dari seluruh dunia. 

Berbeda dengan Arafah yang memiliki luas sekitar 17 kilometer persegi, kawasan Mina hanya berkisar 8 hingga 9 kilometer persegi. 

Bahkan, area yang benar-benar bisa digunakan untuk aktivitas jemaah diperkirakan tidak lebih dari 5 kilometer persegi karena sebagian wilayah berupa pegunungan batu.

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pemadatan luar biasa selama puncak pelaksanaan ibadah haji. Tidak hanya jemaah Indonesia, seluruh jemaah dari berbagai negara berkumpul di lokasi yang sama dalam waktu bersamaan.

“Seluruh jamaah dari seluruh dunia bertumpuk di Mina. Ada pemampatan dari jumlah jamaah karena luas kawasan yang terbatas,” kata Gus Irfan.

Selain persoalan di Mina, Tim Amirul Hajj juga menyoroti aspek transportasi yang menjadi urat nadi mobilitas jemaah selama fase puncak haji. Evaluasi mencakup pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah, kemudian dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina dalam rangkaian Armuzna.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait