Ketua MUI Angkat Bicara soal MBG: Solusinya Benahi, Bukan Hentikan
Manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan, tetapi juga oleh para pelaku usaha dan masyarakat di sekitar.-BGN-
Akibatnya, bantuan yang semestinya diterima masyarakat secara utuh menjadi berkurang.
“Ada yang nakal, mestinya Rp10 ribu dikurangi menjadi Rp7 ribu atau Rp5 ribu. Mungkin diambil untuk menambal biaya ketika ingin mendapatkan izin. Ada satu titik sampai Rp300 juta atau Rp500 juta,” ungkapnya.
Praktik-praktik semacam itu, lanjutnya, justru merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat.
BACA JUGA:Castle Farms Madinah, Pemasok Kurma Ajwa Terbesar ke Berbagai Negara
Karena itu, penindakan terhadap pelaku penyimpangan harus dilakukan secara tegas agar tujuan utama program tetap dapat tercapai.
“Kalau ada yang nakal sehingga bantuan yang seharusnya diterima penuh menjadi berkurang, maka yang diperbaiki adalah pelakunya, bukan programnya yang dihentikan,” tegas Ketua MUI tersebut.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Memberdayakan UMKM
Selain memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi bagi anak-anak dan para santri, Gus War menilai Program Makan Bergizi Gratis juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
Menurutnya, keberadaan dapur pelayanan MBG telah menciptakan peluang kerja baru sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Berkedok Arena Timezone, 2 Lokasi Judi di Jakarta Barat dan Jakarta Utara Digerebek Polisi
Program tersebut, kata dia, turut melibatkan berbagai pelaku usaha kecil dan sektor produksi rakyat, mulai dari peternak ayam, petani sayur, petani buah, hingga produsen tahu dan tempe.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan, tetapi juga oleh para pelaku usaha dan masyarakat di sekitar.
“Program ini bukan hanya bermanfaat bagi penerima makanan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan UMKM. Mulai dari peternak ayam, pembuat tahu dan tempe, petani sayur, petani buah hingga pelaku usaha kecil lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, perputaran ekonomi yang tercipta dari Program Makan Bergizi Gratis justru memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lapisan bawah, sehingga program tersebut memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian rakyat.
BACA JUGA:Sambut HUT ke-499 Jakarta, Vespa Hadirkan Pengalaman Lifestyle dan Otomotif di PRJ 2026
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: