Pertamina Trans Kontinental Bukukan Laba Bersih Rp1,32 Triliun di RUPST Tahun Buku 2025
Sepanjang tahun 2025, PTK mencatatkan pencapaian operasional yang solid dengan fleet commercial days sebesar 358,52 hari.--istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, di Jakarta, Senin 15 Juni 2025.
Sepanjang tahun 2025, PTK mencatatkan pencapaian operasional yang solid dengan fleet commercial days sebesar 358,52 hari.
Kinerja keuangan pun bertumbuh, dengan capaian laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 1,32 triliun, atau naik 23% dibandingkan laba bersih 2024 sebesar Rp 1,07 triliun.
“PTK mampu mencapai pertumbuhan positif di tengah tantangan industri logistik maritim dan dinamika sektor energi nasional maupun global. Dewan Komisaris menilai, PTK berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, peningkatan profitabilitas, pengelolaan risiko, serta implementasi tata kelola perusahaan yang baik,” jelas Komisaris Utama PTK Subagjo Hari Moeljanto.
BACA JUGA:Intip Keandalan Pasokan Energi di NTT, Pertamina Pastikan Distribusi BBM Berjalan Lancar
Plt Direktur Utama PT Eko Cahyadi menambahkan, pada tahun 2025 PTK mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp8,4 triliun.
Seiring dengan pertumbuhan bisnis dan peningkatan efisiensi perusahaan, laba bersih dibukukan sebesar Rp1,321 triliun.
“Pertumbuhan keuangan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan, terutama dari kegiatan layanan marine, keagenan, serta upaya peningkatan pendapatan melalui penambahan bisnis baru," jelas Eko.
BACA JUGA:Pertamina Pangkas Emisi 79 Ton Karbon per Tahun Berkat Pemanfaatan Energi Bersih di Kapal Minyak
Kinerja keuangan tersebut berasal dari kinerja operasional yang solid. Antara lain dengan menjaga keandalan operasional 370 armada, yang menghasilkan fleet commercial days sebesar 358,52 hari.
Selaras dengan itu, pencapaian Commission Days mencapai 120.118 hari dan Commercial Days sebesar 119.390 hari.
"Capaian hari kerja efektif ini mencerminkan komitmen PTK dalam menjaga setiap armada berada dalam kondisi siap layar dengan standar keamanan yang prima. Capaian ini memberikan jaminan ketersediaan armada yang tinggi, efisiensi waktu, serta layanan operasional yang maksimal bagi pemangku kepentingan dalam jangka panjang," jelas Eko.
Sementara itu, pada implementasi tata kelola perusahaan juga mencerminkan pertumbuhan. Melalui skor assesmet good corporate governance (GCG) 89,46 atau berada pada level Sangat Baik.
Hal ini diperoleh dari penguatan sistem pengendalian internal, penguatan fungsi audit internal, peningkatan kepatuhan dan budaya integritas, penguatan manajemen risiko dan Implementasi Anti-Bribery Management System.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: