Tunisia Bergejolak Setelah Dibekuk Swedia 5-1, Sabri Lamouchi Kehilangan Jabatan
Tunisia Copot Pelatih Setelah Hancur 1-5 dari Swedia-@sabri__lamouchi-Instagram
JAKARTA, DISWAY.ID - Tunisia menjadi negara pertama yang melakukan pergantian pelatih di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah tim berjuluk El Eagles of Carthage mengalami kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F.
Meski secara peringkat FIFA kedua tim tidak terpaut jauh, jalannya pertandingan justru berlangsung timpang.
Swedia tampil dominan dan sukses membombardir pertahanan Tunisia melalui dua gol Yasin Ayari, serta masing-masing satu gol dari Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Mattias Svanberg.
Usai pertandingan, pelatih Tunisia Sabri Lamouchi mengakui timnya melakukan banyak kesalahan yang berakibat fatal.
“Piala Dunia adalah ajang besar yang tidak memberi ruang bagi kesalahan-kesalahan serius,” ujar Lamouchi seusai laga.
BACA JUGA:Swedia Bantai Tunisia 5-1 di Grup F Piala Dunia 2026, Gyokeres dan Isak Tampil Ganas
Namun pernyataan tersebut rupanya tidak cukup meredam kekecewaan federasi dan jajaran tim.
Sejumlah laporan media lokal menyebut suasana ruang ganti Tunisia memanas setelah peluit panjang dibunyikan.
Bahkan disebut terjadi ketegangan hingga insiden fisik yang melibatkan beberapa pihak di dalam skuad.
Situasi tersebut mendorong para petinggi tim menggelar rapat darurat hanya beberapa saat setelah pertandingan berakhir.
Dari hasil pertemuan itu, muncul keputusan penting yang mengejutkan publik sepak bola.
Menurut laporan yang pertama kali diungkap jurnalis ternama Romain Molina, Tunisia resmi mengakhiri kerja sama dengan Sabri Lamouchi.
Padahal pelatih asal Prancis itu baru mulai menangani tim nasional pada Januari 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: