Labaytum Award dan Cermin Reformasi Haji Indonesia
Ahmad Tholabi Kharlie - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Pada penghujung musim haji 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kembali mengumumkan penerima Labaytum Award for Excellence in Serving the Guests of Allah.-dok disway-
Labaytum Award dan Cermin Reformasi Haji Indonesia
JAKARTA, DISWAY.ID - Pada penghujung musim haji 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kembali mengumumkan penerima Labaytum Award for Excellence in Serving the Guests of Allah.
Malaysia kembali meraih Diamond Award, penghargaan tertinggi yang dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten mereka peroleh. Sejumlah negara lain juga mendapatkan penghargaan pada kategori berbeda.
Indonesia kembali tidak tercantum dalam daftar penerima penghargaan tersebut.
Bagi sebagian kalangan, fakta ini mungkin tidak terlalu penting. Ukuran utama keberhasilan penyelenggaraan haji tetap terletak pada kemampuan menghadirkan pelayanan yang memungkinkan jemaah menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, sehat, dan khusyuk.
Meski demikian, fakta tersebut tetap layak dicermati. Labaytum menghadirkan perspektif mengenai arah perubahan tata kelola haji yang sedang berlangsung di Arab Saudi dan di tingkat global.
Perhatian terhadap penghargaan ini menjadi relevan karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.
Pada musim haji tahun ini, kuota Indonesia mencapai lebih dari 221 ribu orang. Besarnya jumlah jemaah menghadirkan kompleksitas pelayanan yang tidak ringan, mulai dari persiapan keberangkatan, layanan kesehatan, akomodasi, transportasi, hingga pendampingan ibadah di Tanah Suci.
BACA JUGA:Biaya Haji 2027 Diupayakan Turun, Pemerintah Hadapi Tantangan Kenaikan Avtur dan Tarif Layanan Saudi
Pada penghujung musim haji 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kembali mengumumkan penerima Labaytum Award for Excellence in Serving the Guests of Allah.
Malaysia kembali meraih Diamond Award, penghargaan tertinggi yang dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten mereka peroleh. Sejumlah negara lain juga mendapatkan penghargaan pada kategori berbeda.
Karena itu, evaluasi terhadap penyelenggaraan haji Indonesia perlu ditempatkan dalam perspektif perbaikan berkelanjutan. Setiap musim haji menghadirkan tantangan baru yang memerlukan kemampuan adaptasi, penguatan sistem, dan pembelajaran kelembagaan yang terus berkembang.
Standar Baru
Labaytum merupakan bagian dari transformasi besar penyelenggaraan haji yang sedang berlangsung di Arab Saudi. Penghargaan ini lahir dalam kerangka Saudi Vision 2030 yang mendorong modernisasi pelayanan publik, termasuk pelayanan kepada jutaan jemaah haji dari seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: