Contoh Teks Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Tentang Bulan Muharram, Referensi Khatib

Kamis 18-06-2026,23:03 WIB
Contoh Teks Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Tentang Bulan Muharram, Referensi Khatib

Contoh teks khutbah Jumat 19 Juni 2026 tentang bulan Muharram yang singkat.--ist

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Artinya: "Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari).

Hadits ini sangat kontekstual dengan kondisi era modern dan digital saat ini, di mana lidah dan tangan kita telah menjelma menjadi tulisan di status dan kolom komentar serta tombol share di media sosial. Spirit Muharram di era digital berarti kita harus berhijrah dari jempol yang beracun menuju narasi yang lebih positif.

Hadits ini sangat kontekstual dengan kondisi era modern dan digital saat ini, di mana lidah dan tangan kita telah menjelma menjadi tulisan di status dan kolom komentar serta tombol share di media sosial. Spirit Muharram di era digital berarti kita harus berhijrah dari jempol yang beracun menuju narasi yang lebih positif.

Hijrah dari menyebarkan gosip dan hoaks, menuju prinsip tabayyun atau memvalidasi setiap informasi sebelum disebarkan. Berapa banyak permusuhan terjadi di dunia nyata hanya karena kita gagal berhijrah di dunia maya?

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Spirit Muharram juga harus kita bawa untuk memerangi masalah-masalah psikologis yang muncul di era modern. Di antaranya adalah penyakit psikologis bernama FOMO atau Fear of Missing Out. Gangguan psikologis ini berupa rasa takut tertinggal tren, takut tidak diakui, dan cemas melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna di media sosial yang kemudian menjebak kita dalam penyakit hati seperti kufur nikmat, iri, dan dengki.

Oleh karena itu, di sinilah spirit Muharram hadir sebagai obat. Hijrah di era modern berarti hijrah dari mentalitas pamer menuju sikap qana’ah atau merasa cukup. Kita harus berhenti mengejar validasi dari followers, dan mulai fokus mengejar rida Allah swt. Hijrah di era modern berarti hijrah dari disrupsi fokus menuju istiqamah.

Berapa banyak waktu kita yang habis untuk menatap layar HP berjam-jam tanpa manfaat. sementara Al-Qur'an berdebu di sudut kamar? Spirit Muharram menuntut kita untuk mendisiplinkan waktu, membatasi penggunaan HP, dan mengalokasikannya untuk investasi akhirat.

Spirit hijrah di bulan Muharram juga harus kita wujudkan dalam setiap aktivitas kerja. Bagi para pedagang, hijrah di era modern berarti bergeser dari sekadar mengejar omzet dan rating bintang lima, menuju keberkahan yang autentik. Hijrahnya pedagang hari ini adalah dengan tidak memanipulasi deskripsi produk di e-commerce, tidak membeli ulasan palsu (fake review), dan tidak menggunakan cara curang dalam iklan digital. Spirit Muharram harus menjadikan para pedagang berniaga dengan jujur, karena layar ponsel boleh menyembunyikan cacat barang, tetapi mata Allah tidak pernah luput melihatnya.

Bagi para karyawan, spirit Muharram adalah mengubah diri dari mentalitas asal bapak senang atau sekadar menggugurkan kewajiban absen, menuju etos kerja Ihsan, yakni bekerja dengan performa terbaik karena sadar bahwa Allah selalu mengawasi. Spirit Muharram menuntun para pekerja dan karyawan untuk memanfaatkan fasilitas kantor dan jam kerja dengan amanah, bukan malah menyia-nyiakan waktu untuk urusan pribadi di dunia maya.

Begitu juga, profesi-profesi lainnya harus menjadikan Muharram sebagai penataan kembali arah dan niat. Bagi para guru dan tenaga pendidik, tantangan dalam mendidik generasi Alpha dan Z di era digital sangat besar. Guru harus mampu mengajar dan mendidik murid sesuai dengan zamannya, melek teknologi, sekaligus mengedepankan pendidikan moral dan karakter murid. Pendidik tidak hanya mentransfer ilmu (transfer of knowledge), tetapi juga mentransfer nilai-nilai akhlak (transfer of values) melalui keteladanan.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Kita tidak boleh anti-teknologi karena Islam adalah agama yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kita harus menguasai teknologi, bukan dikuasai olehnya. Teknologi adalah wasilah (perantara), bukan ghayyah (tujuan). Mari menjadi pejuang hijrah modern yang menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan Islam yang ramah, santun, dan membawa kedamaian bagi semesta alam. Inilah Islam Rahmatan lil Alamin yang merupakan misi utama Nabi Muhammad dan tertuang dalam Al-Qur’an:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ۝١٠٧  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: