73% Pasangan Canggung Bicarakan Masalah Keintiman, Ini Tips Psikolog agar Lebih Mesra

Sabtu 20-06-2026,18:01 WIB
73% Pasangan Canggung Bicarakan Masalah Keintiman, Ini Tips Psikolog agar Lebih Mesra

topik seputar intimacy masih sering kali sulit dibicarakan secara terbuka oleh pasangan dewasa.-Ilustrasi/Foto: envato elements-

BACA JUGA:Mahasiswi Psikologi Esa Unggul Raih Prestasi Internasional Lewat Inovasi Berbasis SDGs

Mengusung konsep afternoon tea, acara ini dibuka dengan sesi refleksi ringan yang mengajak peserta melihat kembali dinamika hubungan mereka sebagai pemantik percakapan sebelum memasuki diskusi yang lebih mendalam.

Melalui permainan pasangan dan sesi bersama sex educator, peserta diajak saling berbagi pengalaman, perspektif, serta mengeksplorasi kebutuhan, preferensi, dan kenyamanan satu sama lain.

Selain itu, peserta juga diajak mendiskusikan berbagai mitos yang masih berkembang seputar penggunaan kondom dan kesehatan seksual dalam suasana yang hangat, santai, dan bebas penilaian.

BACA JUGA:Dukungan Driver Ojol Mengalir untuk Nadiem Makarim, Dekat Secara Historis dan Psikologis

Tips Mesra dengan Pasangan

Senada dengan hal tersebut, Psikolog dan Sex Educator Febrizky Yahya menjelaskan bahwa banyak pasangan sebenarnya memiliki keinginan untuk membicarakan berbagai hal penting seperti keintiman dan kebutuhan emosional mereka.

Namun, sering kali mereka tidak tahu bagaimana memulainya tanpa merasa canggung, takut menimbulkan kesalahpahaman, hingga khawatir memicu respons negatif dari pasangan.

Menurutnya, sering kali tantangan terbesar dalam hubungan bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan.

BACA JUGA:Senyum Ressa Anak Kandung Denada Bertemu Ibunya Berkat Psikolog, Deretan Seleb Ramai-Ramai Ucap Syukur

Alih-alih bertanya langsung, banyak pasangan memilih berasumsi. Akibatnya, muncul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kualitas hubungan.

Padahal, komunikasi terbuka membantu pasangan untuk semakin memahami satu sama lain, membangun rasa aman secara fisik dan emosional, serta menciptakan kedekatan yang lebih kuat.

"Oleh karena itu, Spill the (Safe) Tea dapat menjadi ruang yang membantu pasangan membangun keberanian dan kenyamanan untuk membicarakan hal-hal yang selama ini mungkin sulit diungkapkan dalam hubungan mereka, sehingga pasangan dapat mengenal dan menghargai kebutuhan satu sama lain dengan lebih baik," jelas Febrizky.

BACA JUGA:Mahasiswi Psikologi Esa Unggul Raih Prestasi Internasional Lewat Inovasi Berbasis SDGs

Lewat inisiatif ini, Okamoto ingin menegaskan bahwa membangun hubungan yang berkualitas dan bertanggung jawab tidak hanya soal memilih proteksi yang tepat, melainkan juga tentang menciptakan kenyamanan fisik, keterbukaan, rasa saling memahami, dan kepercayaan.

Melalui Spill the (Safe) Tea, Okamoto terus mendorong terciptanya ruang percakapan yang membuat topik seputar keintiman menjadi lebih terbuka, positif, dan nyaman untuk dibicarakan oleh pasangan dewasa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait