IHSG Tergelincir, Melemah ke Level 6.101 Sore Ini

Selasa 23-06-2026,17:27 WIB
IHSG Tergelincir, Melemah ke Level 6.101 Sore Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup sesi perdagangannya pada Selasa 23 Juni 2026 ini dengan terkoreksi di zona merah.-Disway.id/Bianca Khairunnisa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Setelah beberapa kali berfluktuasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup sesi perdagangannya pada Selasa 23 Juni 2026 ini dengan terkoreksi di zona merah.

Berdasarkan hasil pantauan Disway, sesi perdagangan IHSG ditutup dengan melemah sebanyak 15,36 poin, atau setara dengan 0,25 persen ke level 6.101,33. 

BACA JUGA:Ada Demo Mahasiswa, Perdagangan IHSG Sesi I Siang Ini Ditutup Melemah 0,73 persen

Di sisi lain, pelemahan serupa juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang juga ikut turun mendekati penutupan.

Dalam hal ini, Indeks LQ45 terkoreksi sebanyak 0,77 poin, atau turun sebesar 0,13 persen ke level 598,43. 

BACA JUGA:Pasar Masih Dibayangi MSCI, IHSG Merosot Turun di Penutupan Sesi I

Dihantui MSCI

Sebelumnya, para analis memprediksi bahwa sentimen negatif yang menyelimuti pasar modal saat ini disebabkan oleh para investor yang memilih untuk bersikap wait and see terhadap penetapan market classification (klasifikasi pasar) Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dalam menanggapi hal ini sendiri, Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (AEI) David Sutyanto menilai bahwa sejumlah indikator utama dalam penilaian MSCI masih menunjukkan fondasi pasar modal Indonesia yang kuat.

BACA JUGA:IHSG Melemah di Penutupan Sesi I, Kurangnya Transparansi Saham Jadi Sorotan

Dalam hal ini, beberapa aspek seperti persyaratan investor, batas kepemilikan asing, ruang kepemilikan asing, kebebasan arus modal, pembukaan rekening investor, regulasi pasar, sistem kustodian, perdagangan, hingga ketersediaan instrumen investasi masih memperoleh penilaian yang relatif positif.

"Justru ini menjadi masukan yang sangat penting bagi regulator, bursa, emiten, analis, dan seluruh pelaku pasar untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi, konsistensi komunikasi, serta akses data yang lebih setara bagi investor domestik maupun asing," ujar David.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: