Siapa Sosok Anggota DPRD TTU Diduga Intimidasi Dokter Icha Pakaenoni hingga Meninggal Dunia?

Senin 29-06-2026,07:24 WIB
Siapa Sosok Anggota DPRD TTU Diduga Intimidasi Dokter Icha Pakaenoni hingga Meninggal Dunia?

Sosok anggota DPRD diduga Timor Tengah Utara (TTU) mengintimidasi dokter Icha Pakaenoni banyak dicari informasinya oleh publik.-@KemenkesRI-X (Twitter)

JAKARTA, DISWAY.ID - Sosok anggota DPRD diduga Timor Tengah Utara (TTU) mengintimidasi dokter Icha Pakaenoni banyak dicari informasinya oleh publik.

Dokter Icha Pakaenoni ditemukan meninggal dunia di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT pada Jumat, 26 Juni 2026.

Keluarga menemukan dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam kamar rumahnya.

Diduga dokter Icha meninggal dunia setelah mengalami intimidasi oleh anggota DPRD TTU ketika menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada Sabtu, 13 Juni 2026.

"Ditemukan gantung diri di lantai dua sekitar pukul 17.55 WITA. Dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa, almarhum ini mengalami guncangan hebat," kata Fabianus Banase, paman sekaligus juru bicara keluarga.

BACA JUGA:Sebelum Meninggal, Dokter Icha Sempat Konsultasi dengan Ahli Toksinologi Indonesia

Sosok Anggota DPRD TTU Diduga Intimidasi Dokter Icha

Saat menangani pasien seorang anak korban gigitan ular hijau, dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU mendatangi IGD.

Kedua pria itu adalah anggota DPRD TTU Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani.

Mereka kemudian disebut berbicara dengan nada keras kepada Icha yang menangani keponakan Therensius.

Namun, keduanya membantah melakukan intimidasi.

BACA JUGA:Sosok Dokter Icha Pakaenoni yang Diduga Meninggal usai Kena Intimidasi Anggota DPRD

Therensius menyebut keluarga panik karena keponakannya terus mengeluh sakit.

Golkar dan PKB Dalami Kasus Kematian Dokter Icha

Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani merupakan anggota DPRD dari partai Golkar dan PKB.

Kedua partai tersebut diketahui akan mendalami kasus tersebut serta menindak tegas apabila terbukti ditemukan pelanggaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait