Sehari Jelang Vonis Nadiem Makarim, Red Notice Jurist Tan Justru Belum Terbit
Jurits Tan merupakan buronan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). -Istimewa-
"Yang warga negara asing yang melakukan tindak pidana bisa kita proses kok, ada beberapa kayak seperti kasus Nevayo, orang warga negara asing. Selama itu dilakukan di negara Republik Indonesia," sambung Anang.
Sekali lagi, Anang menegaskan, perpindahan warga negara tidak menghapuskan tindak pidana. Sebab, perilaku tercela itu dilakukan di Republik Indonesia.
BACA JUGA:Harga dan Cara Beli Tiket Konser Guns N' Roses di Jakarta 2026, Paling Murah Rp1,2 Jutaan
"Apalagi ini kan dilakukan saat di negara Indonesia dan saat itu masih menjadi warga negara. Yang jelas perpindahan warga negara tidak menghapuskan tindak pidana," jelasnya.
Jurits Tan merupakan buronan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
"Kita masih mencari (aset Jurist Tan di luar negeri)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna kepada awak media, Rabu, 21 Januari 2026.
Anang mengatakan, pihaknya juga meminta informasi dari masyarakat jika mengetahui adanya keberadaan aset-aset yang diduga milik Jurist Tan.
"Masyarakat apabila mengetahui adanya keberadaan aset-aset yang diduga milik yang bersangkutan, tolong diinformasi ke kami, akan kami telusuri," tuturnya.
Sebelumnya, Kejagung menyatakan komitmen untuk tetap mengejar aset milik tersangka eks Staf Khusus (Stafsus) Nadiem Makarim, Jurist Tan.
BACA JUGA:Truk Terobos Lampu Merah Unisma, Tabrak Sejumlah Pemotor dan Tewaskan 1 Orang
Meskipun, sampai saat ini keberadaan Jurist Tan masih dalam pengejaran dan sudah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) alias ditetapkan sebagai buronan.
"Asetnya kita telusuri. Jadi paralel dengan kegiatan penyidikan untuk pembuktian. Tim penyidik gedung bundar tidak hanya pemidanaan tetapi tetap menelusuri aset-aset," kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, Rabu, 16 Januari 2026.
Tak hanya Jurist Tan, kata Anang, Kejagung juga terus menelusuri beberapa aset pihak lain yang terindikasi dalam perkara dugaan korupsi Chromebook.
"Tidak hanya punya Juristan, beberapa pihak lain yang diduga ada indikasi keterlibatan dalam perkara ini, akan kita telusuri," tuturnya.
Menurut Anang, proses pengejaran keberadaan Jurist Tan tidak menghalangi penelurusan asetnya. Sehingga pengembalian kerugian negara tetap bisa dilakukan secara optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: