Pedestrian Deck Dukuh Atas Siap Manjakan Pengguna Transum dan Pejalan Kaki

Rabu 01-07-2026,13:05 WIB
Reporter: Cahyono |
Pedestrian Deck Dukuh Atas Siap Manjakan Pengguna Transum dan Pejalan Kaki

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan-disway.id/Cahyono-

"Selama ini kan harus keluar dari Stasiun LRT, jalan cukup jauh juga untuk pindah ke KRL. Saya kerja kan di sekitaran Mas Mansyur situ," ujar Fakih saat ditemui disway.id

Pengguna transportasi lainnya, Ubaidillah (31) turut mendukung pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas untuk memudahkan penumpang berpindah moda.

BACA JUGA:Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Ini yang Didalami Soal Hanania Group

Menurutnya, kawasan Dukuh Atas yang merupakan titik temu 5 transportasi massal perlu dihubungkan melalui satu jembatan yang melingkar.

"Dukuh Atas ini kan rame banget kalau pagi dan sore. Orang wara-wiri pindah dari Transjakarta ke KRL, ada yang LRT juga. Perlu banget ada jembatan penghubung," ujar warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Desain Aksesibilitas dan Keselamatan 

PT MRT Jakarta (Perseroda) menjadi pengelola kawasan TOD Dukuh Atas sekaligus membangun infrastruktur tersebut.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan, pedestrian deck dirancang tidak hanya sebagai jembatan penghubung, tetapi juga menjadi ruang publik baru yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, aksesibilitas, dan keselamatan.

BACA JUGA:Kronologi Kecelakaan Maut di Simpang Unisma, Truk Diduga Rem Blong Hantam Deretan Motor saat Lampu Merah

Menurutnya, seluruh desain telah mempertimbangkan kebutuhan berbagai kelompok pengguna, mulai dari penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil hingga masyarakat dengan mobilitas terbatas.

"Infrastruktur ini dirancang agar dapat digunakan secara aman, nyaman, dan setara oleh seluruh masyarakat," kata Tuhiyat.

Selain meningkatkan aksesibilitas, pembangunan pedestrian deck juga akan mempercepat mobilitas pengguna transportasi umum.

Berdasarkan perhitungan PT MRT Jakarta, ungkap Tuhiyat, waktu berjalan kaki saat berpindah moda dapat dipangkas sekitar tujuh menit. Sementara jarak tempuh pejalan kaki berkurang sekitar 400 meter dibandingkan kondisi saat ini.

Efisiensi tersebut dinilai akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi ratusan ribu pengguna transportasi publik yang setiap hari beraktivitas di kawasan Dukuh Atas.

BACA JUGA:Setelah Rasuna Said Rampung Ditata, Pramono: Semua Orang Ngaku Berjasa Bongkar Tiang Monorel

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait