Budaya Osing Bangkitkan Ekonomi Warga Melalui Program Desa Sejahtera Astra Kemiren
Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren Mohammad Edy Saputro (tengah) bersama warga setempat yang menjadi pelaku usaha lokal di bidang membatik.-Dok/istimewa-
BANYUWANGI, DISWAY.ID – Desa Kemiren membuktikan bahwa kekayaan budaya bisa menjadi mesin penggerak ekonomi yang kuat, dimana pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Program Desa Sejahtera Astra, masyarakat Suku Osing di Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil mengubah tradisi leluhur menjadi sumber penghidupan berkelanjutan tanpa kehilangan jati diri.
Desa yang menjadi pusat kebudayaan Suku Osing ini tidak memiliki gunung atau pantai, namun justru budaya yang menjadi andalan utama.
"Kami tidak punya gunung, pantai juga tidak punya. Sawah pun tidak ada yang semacam terasering bagus. Tapi kami punya budaya," ujar Mohammad Edy Saputro, Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren, Selasa, 1 Juli 2026.
BACA JUGA:Astra Cari Anak Muda Pembawa Perubahan, Banyuwangi Jadi Kota Pembuka SATU Indonesia Awards 2026
Potensi budaya Osing yang kental—mulai dari tradisi Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, kuliner lokal, hingga arsitektur khas—dikemas menjadi berbagai paket wisata menarik.
Wisatawan dapat mengikuti program live in menginap di rumah warga, belajar memasak kuliner Osing, membatik, hingga menyangrai kopi ala masyarakat setempat.
Dalam satu hari saja, desa ini pernah menerima 157 siswa dari 11 kota untuk program live in serta 52 wisatawan dari Jakarta untuk paket wisata budaya.
Sejak 2024, Astra melalui Program Desa Sejahtera Astra memperkuat pengembangan desa di empat bidang sekaligus: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
BACA JUGA:Lewat Desa Sejahtera Astra, Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam
Pendampingan ini menjangkau sekitar 300 warga dan berhasil menciptakan ekosistem ekonomi berbasis budaya yang tangguh. Saat ini terdapat 50 homestay dengan total 92 kamar, 40 pelaku usaha lokal di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Pokdarwis yang mengelola desa wisata.
Dampaknya terasa nyata. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis meningkat 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Kepala Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menyatakan bahwa pendampingan ini menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan yang telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi di Indonesia.
Di bidang lingkungan, masyarakat didampingi mengelola sampah organik dan non-organik, memanfaatkan limbah ternak menjadi pupuk organik, serta mengembangkan fasilitas biogas di rumah-rumah warga.
Sementara di bidang kesehatan dan pendidikan, Astra memperkuat layanan Posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan pengenalan budaya Osing sejak dini agar generasi penerus tetap menjaga kearifan lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: