Presiden Prabowo: Seluruh Pelayanan yang Memungkinkan Harus Tersedia Secara Digital
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi dalam pemberian layanan-Dok. Kementerian PANRB-
Digitalisasi pemerintahan dapat menciptakan sistem yang terintegrasi sehingga mampu menyederhanakan birokrasi.
“Digitalisasi mutlak harus dilakukan. Kita tidak boleh mempunyai puluhan aplikasi yang tidak saling berbicara. Kita tidak boleh meminta rakyat berkali-kali memasukkan data yang sama,” lanjut Presiden.
Menteri PANRB Rini Widyantini usai Sidang Kabinet Paripurna menyampaikan bahwa saat ini digitalisasi pelayanan publik tengah dikembangkan sebagai upaya transformasi pelayanan publik.
Digitalisasi dalam pelayanan publik diharapkan dapat mengakselerasi pelayanan publik yang berbasis masyarakat.
Digitalisasi pelayanan juga berfungsi sebagai penguatan inklusivitas pelayanan publik dalam menghadirkan layanan terintegrasi agar seluruh kanal bekerja sebagai satu ekosistem.
BACA JUGA:Menteri PU Dody Hanggodo Angkat Bicara soal Isu Reshuffle Agustus Mendatang
Menteri Rini mengatakan bahwa ketersediaan layanan digital dapat mengintegrasikan layanan dalam kanal digital yang lebih mudah diakses serta memperkuat back-office agar pelayanan langsung, mandiri, dan bergerak dapat menjadi lebih efisien.
“Layanan digital tidak akan menggantikan pelayanan publik, melainkan membuat setiap kanal layanan bekerja lebih terpadu menuju Satu Negara Satu Pengalaman,” ungkap Menteri Rini.
Transformasi ini akan menghadirkan pelayanan publik yang berbasis pada kebutuhan manusia dari lahir hingga tutup usia atau human-centered public service.
Dengan demikian, transformasi pelayanan publik bukan hanya berfokus pada peningkatan tata kelola, tetapi juga dibangun berdasarkan pengalaman masyarakat sebagai pengguna layanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: