Prabowo Dorong BRIN Kembangkan Rumah Modular Tahan Gempa untuk NTT
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto mendorong pemanfaatan inovasi teknologi BRIN untuk membantu menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT)-disway.id/Anisha Aprilia -
JAKARTA, DISWAY.ID - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto mendorong pemanfaatan inovasi teknologi BRIN untuk membantu menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Arif mengatakan, Prabowo secara khusus menyinggung sejumlah inovasi BRIN yang dinilai dapat diaplikasikan langsung di lapangan, salah satunya teknologi rumah modular tahan gempa.
"Bapak Presiden tadi juga menyinggung inovasi-inovasi BRIN yang diperlukan untuk mengatasi masalah gempa NTT," ujar Arif di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
BACA JUGA:Sah! LPJ Kepengurusan Gus Yahya Diterima Aklamasi di Muktamar Ke-35 NU Jombang
Menurut Arif, BRIN saat ini telah memiliki tiga rumah contoh modular tahan gempa.
Rumah tersebut telah berdiri sejak 2021-2022 dan disebut tetap utuh ketika terjadi gempa.
"Salah satunya tadi untuk mengatasi masalah gempa di NTT ini, salah satu tadi yang dikenalkan oleh Bapak Presiden terkait dengan rumah modular tahan gempa di mana saat ini ada tiga rumah contoh BRIN yang berdiri sejak tahun 2021-2022 yang alhamdulillah pada saat gempa tetap utuh," jelasnya.
Arif mengatakan, BRIN kini tengah berkoordinasi dengan sejumlah mitra untuk mengembangkan rumah modular tahan gempa tersebut agar dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak.
Hal itu dilakukan karena BRIN tidak memiliki kewenangan untuk melakukan produksi secara massal.
BACA JUGA:Pita Cukai Rokok Tak Bisa Lagi Dipalsukan, Menkeu Purbaya Siapkan Teknologi Baru
Karena itu, diperlukan mitra yang dapat membantu memproduksi rumah tersebut sekaligus menekan biaya produksinya.
"Nah sekarang ini sedang kita terus berkoordinasi dengan mitra ya karena BRIN tidak boleh memproduksi secara massal dan sehingga kita harus mencari mitra-mitra untuk menghasilkan rumah-rumah tersebut dalam jumlah yang lebih banyak dan bisa lebih murah lagi," katanya.
Arif menilai rumah tahan gempa tersebut penting dikembangkan, khususnya untuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa tinggi seperti NTT.
Dia mengatakan pengembangan teknologi mitigasi bencana menjadi penting mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang memiliki banyak titik kerentanan terhadap bencana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: