Analis Ungkap Biang Kerok Ambruknya IHSG Sore Ini, 45 Saham Melemah
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)-Dok. Bianca/Disway.id-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kendati sempat menguat tipis beberapa saat setelah pembukaan sesi II resmi dimulai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup sesi perdagangannya dengan terpuruk di zona merah.
Dalam hal ini, IHSG terpantau menutup sesi perdagangannya dengan melemah sebanyak 8,54 poin, atau setara dengan 0,13 persen ke level 6.325,93.
BACA JUGA:IHSG Dibuka Hijau, Menguat 0,65 Persen ke Level 6.375
Di sisi lain, hal serupa juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang terpantau melemah drastis.
Dalam hal ini, Indeks LQ45 terpantau melemah sebanyak 5,43 poin, atau meningkat sebesar 0,86 persen ke level 627,12.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.274
Konflik Timur Tengah Masih Pengaruhi Pasar
Sementara itu di sisi lain, data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah.
Menurut Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, pelemahan sendiri disebabkan oleh perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak menetap di level tertinggi.
"Sentimen negatif disebabkan perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak menetap di level tertinggi dalam enam pekan, sehingga memicu kekhawatiran terhadap inflasi," tutur Priyambada.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.274
Sementara itu dilansir dari data Trading Economics, militan Houthi yang didukung Iran mengklaim serangan terhadap dua tanker minyak Saudi di Laut Merah, meningkatkan risiko gangguan pasokan energi yang lebih luas.
"Perkembangan ini mendorong harga minyak mentah ke puncak baru enam minggu, menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga bisa tetap tinggi lebih lama," tulis data Trading Economics.
BACA JUGA:IHSG Tutup Sesi I Menguat 53,38 Poin ke 6.228, LQ45 Juga Hijau
Kendati begitu, pasar sendiri juga terus memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga akhir tahun ini, dengan para pedagang memberikan probabilitas 61 persen untuk kenaikan pada bulan September.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: