Tertekan Harga Minyak, Emas Dunia Kembali Turun ke Level USD 4.048
Usai merosot hingga berada bawah USD 4.110 per ons pada Kamis (23/07) lalu, harga emas dunia kembali merosot hingga menuju kisaran USD 4.040 per ons, atau memperpanjang penurunan hampir 2 persen di sesi sebelumnya.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Usai merosot hingga berada bawah USD 4.110 per ons pada Kamis (23/07) lalu, harga emas dunia kembali merosot hingga menuju kisaran USD 4.040 per ons, atau memperpanjang penurunan hampir 2 persen di sesi sebelumnya.
Dilansir dari data Trading Economics, harga emas dunia kini telah ambruk sebanyak 1,98 persen ke level USD 4.048.46.
Di sisi lain, harga perak sendiri terpantau meningkat sebesar 0,05 persen ke kisaran USD 57.661, dari harga sebelumnya yang berjumlah sebesar USD 58.826.
"Emas turun menjadi USD 4048.46 USD per ons pada 24 Juli 2026, atau turun 1,98 persen dari hari sebelumnya," tulis data tersebut, pada Jumat (24/07).
BACA JUGA:Buyback Ikut Melemah, Harga Emas Antam Ambruk Tajam hingga Rp35.000
Dalam data tersebut, Trading Economics memaparkan bahwa lonjakan harga minyak yang dipicu oleh konflik yang meningkat di Timur Tengah pun turut menjadi pemicu utama dibalik kembali merosotnya harga emas di muka global.
Pasalnya, konflik yang meningkat di Timur Tengah memperkuat argumen untuk kebijakan moneter AS yang lebih ketat, hingga memicu kenaikan harga minyak.
"Harga minyak yang lebih tinggi memicu kekhawatiran inflasi, meningkatkan ekspektasi kebijakan Fed yang lebih ketat dan menekan aset yang tidak menghasilkan," tulis Trading Economics.
Kendati begitu, sbelumnya Analis Vantage Markets di Melbourne Hebe Chen juga turut menuturkan bahwa harga emas sendiri masih memiliki kesempatan untuk kembali menguat.
Dalam hal ini, dirinya menilai bahwa meredanya pertempuran di sekitar Hormuz akan membuka lembaran baru bagi emas.
"Kecuali pertempuran di sekitar Hormuz mereda secara signifikan, harga minyak yang tinggi dan dolar yang lebih kuat dapat membuat emas tetap tertekan minggu ini," ucap Chen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: