Telkom Gelar Forum Kolaborasi Nasional, Perkuat Kesiapan Post-Quantum Cryptography

Selasa 28-07-2026,10:40 WIB
Telkom Gelar Forum Kolaborasi Nasional, Perkuat Kesiapan Post-Quantum Cryptography

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Workshop Post-Quantum Cryptography (PQC) sebagai forum kolaborasi nasional yang diselenggarakan di Malang pada awal Juli 2026-Dok. Telkom-

JAKARTA, DISWAY.ID - Merespons perkembangan teknologi komputasi kuantum yang cukup pesat dan diperkirakan akan membawa implikasi baru terhadap keamanan siber di masa depan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Workshop Post-Quantum Cryptography (PQC) sebagai forum kolaborasi nasional yang diselenggarakan di Malang pada awal Juli 2026.

Inisiatif ini menjadi jembatan bagi pemerintah, industri, akademisi, lembaga riset, dan sektor strategis nasional untuk mendorong kesiapan Indonesia menghadapi tantangan keamanan digital di masa depan.

Seiring perkembangan teknologi komputer kuantum, berbagai negara mulai mempersiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi tantangan baru di bidang keamanan siber.

BACA JUGA:Perkuat Peran Penggiat Budaya di Masa Transformasi, Telkom Kembali Gelar Culture Festival TelkomGroup 2026

Meskipun komputer kuantum saat ini belum mampu mengancam sistem kriptografi yang digunakan secara luas, di masa depan, teknologi tersebut berpotensi mengurangi tingkat keamanan algoritma kriptografi kunci publik, seperti RSA dan Elliptic Curve Cryptography (ECC), yang menjadi fondasi berbagai layanan digital, mulai dari identitas digital, sertifikat elektronik, hingga transaksi dan komunikasi yang aman.

Karena itu, transisi menuju Post-Quantum Cryptography (PQC) menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan keamanan infrastruktur digital tetap terjaga dalam jangka panjang.

Hadir menyampaikan pemaparan dan berbagi perspektif pada workshop tersebut antara lain Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Kebijakan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Giyanto Awan Sularso, Managing Director Strategic Technology Initiatives BPI Danantara Ricardo Irwan Rei, serta Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji.

BACA JUGA:Telkom CorpU Dorong Transformasi Talenta melalui Forum CorpU Association Insight

Workshop juga menghadirkan pakar dari berbagai institusi, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Telkom University, Universitas Pertahanan RI, IBM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Peruri, BSSN, dan Universitas Brawijaya yang memaparkan perkembangan teknologi, hasil riset, hingga implementasi awal PQC pada berbagai sektor. 

Workshop ini juga menjadi wadah untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya mempersiapkan transisi menuju teknologi kriptografi yang dirancang untuk menghadapi ancaman yang berpotensi muncul akibat perkembangan komputasi kuantum.

Melalui forum ini, para pemangku kepentingan berdiskusi mengenai tantangan, peluang, dan langkah strategis menuju ekosistem digital Indonesia yang lebih aman, tangguh, dan berdaya saing.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman mengenai PQC, khususnya di kalangan regulator dan pelaku industri.

BACA JUGA:Telkomsel Raih Tiga Pengakuan Global di TM Forum DTW Ignite 2026, Perkuat Ketahanan Digital Indonesia

Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya mengembangkan teknologinya, tetapi juga menerjemahkan konsep yang selama ini berkembang di ranah akademik menjadi kebijakan, standar, dan implementasi yang dapat diadopsi secara luas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait