Transformasi Komunikasi Islam di Era Digital, Prof Tholabi Serukan Kolaborasi Global
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, saat memberikan sambutan dalam acara KNKI ke-6 yang digelar bersamaan dengan AICIMIDS 2026 di Jakarta. -Dok/Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID — Perkembangan teknologi digital yang kian pesat kembali menjadi sorotan utama dalam Konferensi Nasional Komunikasi Islam (KNKI) ke-6 yang diselenggarakan bersamaan dengan International Conference on Islamic Communication and Media Studies (AICIMDS) 2026.
Kegiatan akademik berskala nasional dan internasional ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari dunia pendidikan tinggi, riset, dan industri media, baik dari Indonesia maupun mancanegara.
Salah satu momen penting dalam konferensi ini adalah kehadiran Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang tampil sebagai pembicara kunci.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa komunikasi Islam saat ini tidak lagi dapat dipahami hanya dalam konteks tradisional, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem global yang sangat dipengaruhi oleh teknologi digital, algoritma media sosial, serta dinamika jaringan informasi lintas negara.
BACA JUGA:Menteri Agama Kunjungi UIN Jakarta, Beri Dukungan Penuh untuk Integrasi Satuan Pendidikan
Menurut Prof. Tholabi, dunia sedang memasuki fase baru yang ditandai dengan apa yang ia sebut sebagai “masyarakat jaringan digital global”, di mana otoritas keagamaan, identitas sosial, dan praktik komunikasi umat Islam mengalami transformasi yang sangat cepat.
Dalam konteks ini, komunikasi Islam dituntut untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga proaktif dalam membangun narasi yang berbasis ilmu pengetahuan, etika, dan nilai-nilai keislaman yang moderat.
Konferensi tahun ini mengangkat tema “Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation”, yang dinilai sangat relevan dengan tantangan global saat ini.
Prof. Tholabi menegaskan bahwa tema tersebut membuka ruang diskusi yang luas mengenai bagaimana umat Islam merespons perubahan teknologi tanpa kehilangan akar nilai dan identitas keislamannya.
BACA JUGA:34 PTKIN Masuk Transparent Ranking OpenAlex 2026, Ini 5 UIN dengan Peringkat Teratas
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner dalam mengkaji komunikasi Islam, yang tidak hanya bertumpu pada ilmu dakwah, tetapi juga melibatkan kajian media, sosiologi digital, dan studi kebijakan teknologi.
Lebih jauh, ia menekankan peran strategis Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) dalam memperkuat ekosistem akademik komunikasi Islam di Indonesia.
ASKOPIS, menurutnya, memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak kolaborasi riset, pengembangan kurikulum, serta perluasan jejaring akademik internasional.
Ia mendorong agar forum seperti KNKI dan AICIMDS tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret seperti joint research, publikasi bersama, hingga pertukaran akademisi lintas negara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: