Transformasi Komunikasi Islam di Era Digital, Prof Tholabi Serukan Kolaborasi Global

Kamis 13-08-2026,11:01 WIB
Reporter: M Purwadi |
Transformasi Komunikasi Islam di Era Digital, Prof Tholabi Serukan Kolaborasi Global

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, saat memberikan sambutan dalam acara KNKI ke-6 yang digelar bersamaan dengan AICIMIDS 2026 di Jakarta. -Dok/Istimewa-

BACA JUGA:Di Tengah Wacana PT 7 Persen, Guru Besar UIN: Kenaikan Ambang Batas Parlemen Bahaya bagi Partai Islam

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie juga menyoroti urgensi pembaruan kurikulum Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). 

Ia menilai bahwa kurikulum KPI harus mampu menjawab tantangan era kecerdasan buatan (artificial intelligence), ekonomi kreator digital, serta perubahan pola konsumsi media masyarakat global. 

Lulusan KPI, lanjutnya, perlu dipersiapkan sebagai komunikator yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kemampuan analisis kritis, serta literasi digital yang kuat.

“Komunikasi Islam masa depan harus melahirkan generasi yang mampu berdialog dengan dunia global tanpa kehilangan jati diri keislamannya,” tegasnya dalam pidato tersebut.

KNKI VI dan AICIMDS 2026 juga menghadirkan berbagai agenda akademik lainnya, termasuk workshop penulisan artikel jurnal internasional, forum pengelola jurnal KPI dan dakwah se-Indonesia, serta sesi presentasi makalah ilmiah dari para peneliti muda. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat budaya akademik berbasis riset dan publikasi ilmiah yang berstandar internasional.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa pelaksanaan konferensi gabungan nasional dan internasional ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kajian komunikasi Islam di kawasan Asia Tenggara. 

Dengan melibatkan peserta dari berbagai negara, forum ini diharapkan mampu memperluas perspektif keilmuan sekaligus memperkuat diplomasi akademik Indonesia di tingkat global.

Prof. Tholabi menutup pidatonya dengan ajakan untuk menjadikan konferensi ini sebagai ruang kolaborasi jangka panjang. Ia menekankan bahwa masa depan komunikasi Islam sangat bergantung pada kemampuan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk membangun jejaring global yang solid, produktif, dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, kita tidak hanya bertukar gagasan, tetapi juga membangun masa depan bersama bagi komunikasi Islam yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait