Prabowo Mahathir

Prabowo Mahathir

Ilustrasi "serangan fajar" mengambilalihan perusahaan di bursa saham.-Dibuat dengan AI-

Presiden Prabowo akan jadi Mahathir Mohamad-nya Indonesia?

Lihatlah langkah Mahathir di tahun 1981: Malaysia mengambil alih perusahaan perkebunan terbesar Inggris di Malaysia. Yakni Guthrie Plantation. Tahun berikutnya dua perusahaan Inggris lagi diambil alih: Golden Hope dan Sime Darby.

Nama Mahathir tidak muncul dalam transaksi menghebohkan dunia saat itu. Yang dipakai Mahathir adalah dua tokoh profesional perbankan: Tun Ismail Mohamad Ali dan Abdul Khaled Ibrahim. Saking hebohnya, pengambilalihan itu sampai dikenal dalam sejarah bisnis dengan sebutan "Serangan Fajar": Dawn Raid.

Nama Prabowo juga tidak muncul dalam transaksi menghebohkan di Kalimantan pekan lalu: kendali PT Bayan Resources dibeli oleh Haji Isam –orang asli Kalsel keturunan Bugis Makassar.

Sama dengan yang dilakukan Mahathir: kilat. Mendadak. Tiba-tiba. Tahu-tahu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia itu pindah dari Low Tuck Kwong ke Haji Syamsuddin 'Isam' Arsyad.

Di tahun 1981 itu, Tun Ismail menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Malaysia. Khaled Ibrahim sebagai CEO BUMN Malaysia. Dua orang itulah yang merancang Serangan Fajar di London.

Di hari Jumat tanggal 4 September, pasar modal di London Stock Exchange masih normal. Saham Guthrie masih diperdagangkan dengan harga datar 662 sen Pound sterling. Hari Sabtu dan Minggu bursa London libur.

Tapi sejumlah perusahaan broker saham di London tidak libur. Mereka mengadakan rapat-rapat rahasia dengan Ibrahim yang khusus datang ke London untuk mengendalikan Serangan Fajar itu langsung di lokasi.

Para broker itu secara sendiri-sendiri beroperasi menghubungi beberapa pemegang saham Guthrie. Satu broker menghubungi satu atau dua pemegang saham. Tidak saling tahu. Sangat rahasia.

Para broker itu menawarkan harga yang menggiurkan: 30 persen lebih mahal dari harga yang diperdagangkan di hari Jumat. Banyak pemegang saham yang tertarik untuk menjual. Transaksi rahasia pun terjadi sepanjang hari Sabtu dan Minggu.

Di hari Senin pagi, 7 September 1981, ketika perdagangan saham di lantai bursa dibuka terjadilah kejutan luar biasa: pemegang saham pengendali Guthrie Plantation sudah pindah tangan. Bukan lagi perusahaan Inggris. Tapi pindah ke orang bumiputra Malaysia.

Heboh seheboh-hebohnya. Inilah serangan nasionalisasi perusahaan Inggris di Malaysia.

Di Malaysia sendiri dirasa sangat nasionalis: bisa mengembalikan 800 km2 tanah Malaysia yang dikuasai perusahaan Inggris. Ukuran itu tidak terlalu luas untuk ukuran lahan perkebunan di Indonesia. Tapi sangat simbolis bagi Malaysia.

Apakah setelah itu harga saham Guthrie jatuh? Tidak. Setelah itu harga saham Guthrie terus naik --seperti juga harga saham Bayan Resources setelah pindah ke tangan Haji Isam.

Nilai beli yang kemahalan 30 persen di transaksi Serangan Fajar sudah tertutupi oleh kenaikan harga saham.

Tahun berikutnya aksi lanjutan mampu dilakukan terhadap Golden Hope dan Sime Darby. Tiga perusahaan itu kemudian dijadikan satu holding yang sekarang dikenal dengan nama SD Guthrie Berhad.

Sejak Serangan Fajar itu berakhirlah penjajahan Inggris di Malaysia dalam arti yang sebenarnya: secara politik dan ekonomi. Lima tahun kemudian Guthrie keluar dari bursa saham London. Guthrie pindah ke pasar saham Kuala Lumpur.

Yang menarik, transaksi itu tidak mengguncangkan ekonomi Malaysia. Kenapa? Karena tidak terjadi nasionalisasi secara paksa. Tidak ada perampasan hak. Tidak ada rasa anti-Barat. Tidak pula anti kapitalisme. Transaksi itu dilakukan lewat bursa saham.

Inggris memang sangat terpukul dan heboh: perusahaan yang didirikan tahun 1821 itu jadi perusahaan bekas jajahannya. Tapi Inggris kemudian mengesahkan transaksi itu: fair, wajar, dan legal!

Itu berbeda dengan yang dilakukan Indonesia di tahun 1950-an: perusahaan Belanda dinasionalisasi begitu saja. Perusahaan-perusahaan Belanda itu lantas jadi perusahaan BUMN yang salah urus. Penuh korupsi. Memakan banyak uang negara.

Jelaslah bahwa yang dilakukan Mahathir di tahun 1981 itu sangat profesional. Yang ditunjuk sebagai operator Serangan Fajar pun orang yang sangat profesional meski Tun Ismail masih iparnya sendiri.

Tun Ismail lulusan Cambridge, London. Ia tinggal lama di London karena tidak bisa pulang: dunia sedang terlibat perang dunia. Maka Tun Ismail mengerti benar budaya pasar modal di sana.

Sekarang SD Guthrie Berhad tetap menjadi perusahaan BUMN Malaysia yang ukurannya raksasa. Perkebunan sawit dan karetnya diperluas sampai Sabah, Serawak, dan Indonesia.

Tun Ismail sudah lama meninggal akibat serangan flu di usianya yang 79 tahun. Ia tidak tahu apakah Haji Isam berperan seperti dirinya di tahun 1981. Atau Haji Isam adalah Haji Isam sebagai pribadi dalam membeli 62 persen saham Low Tock Kwong di Bayan dengan harga Rp 300 triliun itu. (Dahlan Iskan)



Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 18 Agustus 2026: Dominasi Suasana

Sugi

Saya juga menangkap kesan sederhana kemarin Bah, formal dan teratur. Penampilan seninya juga sudah cukup bagus. Semua mengikuti protokol resmi. Baru kali ini saya dan keluarga menonton upacara kenegaraan lewat YT lebih lama daripada biasanya. Mencari penghiburan berkelas karena anggaran untuk upacara ini tidak sedikit, sayang kalau dilewatkan begitu saja. sayang kalau lihatnya baru nanti2. Semoga Abah yang berulang tahun kemarin, makin panjang umur, sehat selalu, bahagia terus, aktif produktuf, dan tetap istikamah menulis disway untuk membagikan insight kepada sebagian kami yang gampang terombang-ambing oleh keadaan bangsa dan negara ini.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BAYANG-BAYANG MEMANG LEBIH MENAKUTKAN..? Kalimat Dahlan tentang bayang-bayang yang lebih menakutkan daripada kenyataan layak diberi garis bawah. Ini bukan sekadar cerita tentang 17 Agustus. Ini soal psikologi massa. Sebelum tanggal 17, pesan “jangan keluar rumah” beredar dari mulut ke mulut. Belum ada kejadian. Tetapi rasa takut sudah lebih dulu bekerja. Dalam ilmu psikologi, ini dekat dengan availability heuristic: sesuatu yang sering dibicarakan terasa lebih mungkin terjadi. Media sosial memperkuatnya. Satu kabar belum tentu benar. Tetapi ketika diteruskan berkali-kali, otak kita mulai memperlakukannya sebagai fakta. Akibatnya sederhana. Orang mengurangi aktivitas. Mal menambah pagar. Pengusaha menunda transaksi. Ekonomi ikut menanggung biaya dari sesuatu yang belum tentu terjadi. Kemarin kenyataannya berbeda. Jakarta tetap bergerak. Upacara berlangsung. Masyarakat tetap beraktivitas. Ini pelajaran penting. Stabilitas bukan hanya hasil dari keamanan yang nyata. Ia juga hasil dari kemampuan masyarakat membedakan risiko dengan rumor. Kadang yang perlu kita takuti bukan demonstrasinya. Tetapi ketakutan kita sendiri.

siti asiyah

Yang mendominasi negeri ini tetaplah KKN, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( dalam birokrasi Nepotisme punya turunan Favoritesme ) Dan foto CHDI pagi ini secara tidak sadar mennggiring kita untuk makin ikut arus penguasa - penguasa hari ini yaitu : menormalisasi dan memaklumi ``ketidak normalan`` KKN yang pada 1998 oleh bangsa ini dikoreksi dan ditumbangkan. Namun realitas menunjukkan, KKN makin menyebar dan bertumbuh diseluruh provinsi dan kabupaten kota, bahkan ke desa - desa. Tampilan foto ketiga orang yang ditampilkan pak DI mempertegasnya. Dan makin menindas kaum pinggiran yang makin tergilas kesulitan. --------------------- benar betul tulisan dibokong bak truk : wong tulus, kalah terus ( apalagi WNI yang tulus, kalahe tikel matikel...........................)

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

POLITIK JUGA PUNYA “BEST DRESSED”.. Ada bagian tulisan pak Dahlan yang lucu: pakaian pejabat ternyata bisa menjadi komunikasi politik tanpa satu kata pun. 1) Prabowo tampil sederhana. 2) Jokowi mencolok dengan destar Bali. 3) Gibran tampil penuh busana Rote. Secara fashion, ini seperti lomba. Secara politik, ini signaling. Dalam komunikasi nonverbal, pakaian adalah simbol identitas. Ia menyampaikan pesan tentang kedekatan, kebanggaan, bahkan, terutama arah perhatian. Apalagi ketika dikenakan di panggung sebesar Istana. Jokowi memilih Bali. Gibran memilih Rote. Dua-duanya bukan pilihan tanpa konteks. Apakah itu kebetulan? Bisa saja. Tetapi dalam politik, kebetulan pun sering ditafsirkan sebagai pesan. Yang menarik justru Prabowo. Beskap gelap. Aksesori minimal. Seolah-olah mengatakan: “Saya tidak ikut lomba kostum.” Tetapi akibatnya paradoksal. Yang paling sederhana malah bisa terlihat paling sendirian. Inilah politik simbolik. Tidak perlu pidato panjang. Cukup kain, warna, topi dan posisi duduk. Pak Dahlan benar: keluarga Solo memang mendominasi suasana. Kalau ada dewan juri, mungkin Prabowo menang kategori “minimalis”. Tetapi untuk best dressed, Gibran boleh pulang membawa piala. ### Pak Prabowo membutuhkan penata busana khusus, yang tau politik dan simbol..

Taufik Hidayat

Upacara 17 Agustus saya kembali mendengarkan dan ikut medendangka lagi keangsaan Indonesia raya. Syairkya sanga merdu tapi kita sudah menghianati lagi itu. Ada kalimat Jadi Pandu Ibuku. Sekarang sudah tidak ada pandu. Saya sendiri juga sudah jarang dengar kegiatan pramuka. Yg menjadi pandu. Jadi ingat sesubgguhbya syair falam lagu kebangsaan juga menjadi doa. Tahun 90 an ketika lama sempat tinggal di Singapura setiap pagi TV selalu memperdengarjan lagu kebangsaan yg syairnya singkat Majulah Singapura . “Mari Kita rakyat Singapura Sama-sama menuju bahagia Cita-Cita kita yang mulia Berjaya Singapura …. … Majulah Singapura Majulah Singapura “ Dan walau Singapura merdeka dengan diusir Malaysia akhirnya negeri yang dijulukii the Little red dot itu jadi paling makmur di asia tenggara . Lalu ada lagi lau kebangsaan yang juga sering saya dengar di RTB (Radio Televisyen Brunei) ketika dulu juga sempat mondok di Brunei . Judulnya .‘Allah Peliharkan Sultan,”. Mungkin teribspirasi God Save the Queen . Litiknya sederhana bagaikan doa agar sultan panjang umur dan memerintah Brunei Dalam waktu yang lama. Doa itu dikabulkan Sultan Hasanal Bolkiah Bertahta sejak lama hampir 60 thn saat ini. “Ya Allah lanjutkanlah usia Kebawah duli yang Maha Mulia…,,,,,” Doa yang dikabulkan …

Sri Wasono Widodo

Kesadaran kolektif seluruh rakyat menghargai kemerdekaan tidak lekang oleh waktu siapa pun pemimpinnya dan apa pun kondisi politik dan ekonominya. Hari merdeka adalah hari terbebasnya hati dari semua rasa takut sembari mensyukuri nikmat Tuhan. Siapakah oknum rakyat yang tega mengkhianati kegembiraan itu? Berapakah persenkah rakyat yang tertarik melihat kemegahan pakaian para pemimpinnya? 98%? Jawabnya 100% rakyat peduli pakaian karnaval anak atau cucunya. Bravo rakyat Indonesia. Merdekaaa!!!

Taufik Hidayat

Nah bagi yang masih penasaran untuk melihat apakah lagu kebangsaan atau national anthem itu melambangkan karakteristik negara tersebut coba sima oenggalan lagu kebangsaan Amerika serikat ini. “Star Spanglef Banner” Pada bait ketiga ada kalimat: And the rocket’s red glare The bombs bursting in air …o’ver the land of the free And the homes of the braves” Walau ada bom dan roket yang melambangkan negeri ini suka parang, tapi mereka menjulukinya sebagai land of the free yang rakyatnya orang pemberani. Cocok yah.

Thamrin Dahlan YPTD

Kita tidak diundang ke Acara HUT RI 81 di Istana memposisikan diri sebagai tamu VVIP. Duduk seenaknya sarungan, sambil ngopi duduk di bagian terdepan. Sesekali bisa wara wiri ke dapur pun ke belakang. .Tetap berdiri sikap semurna ketika Lagu Indonesia Raua di kumandangkan, Ikut mengheningkan cipta dan Aamiin ataus doa Menteri Agama. Sama dengan Abah yang mungkin nonton langsung atau tidak tetap saja bangga dengan pasukan penegerek bendera. Latihan keras tidak mengkhianati hasil. Mulus non error sedikitpun. Selamat ya Paskibraka termasuk para pelatih. :Perihal foto 3 orang warga negara nan viral awak senyum tersenyum saja. Toh neliau tertawa bahagia sementara yang lain di desa desa ikut tersenyum kecut. Syukurlah syukurlah masih sehat (tenang/) ditengah goncangan permasalahan nasional , Satu lagi yang bamyak seliwer di medsos yaitu kehadiran Istri Presiden Soekarno Anda sudah tahu. Tetap santik mempesona berwibawa anggun dan semiau pujian memang untuk Ibu Kita ini. Awak tak perlu tulis namanyi, namum pamor nyi tak kekang oleh zaman. Oleh sebab itu ojo dibangding banding ke dengan wanita yang lain lain. Gitu ajah. Selepas meninggalkan ruang VVIP kami sekeluarga menyaksikan anak anak lomba. Sponsor Ketua RT RW, Anak anak riang gembira semua senang. Mungkin mereka sendiri tidak sadar bahwa kini negara sudah merdeka 81 tahun. Ingat Ingat Nomya.Naoko Nemoto Ibu Negara Ratna Sari Dewi Soekarno paling tidak hatipun senang ya Abah dan sobat Perusuh Salamsalaman

Kalender Bagus

Sebenarnya ini bukanlah pertarungan gajah dan garuda. Tapi ini adalah perebutan dominasi gajah dan banteng. Kita lihat 3 tahun kemudian, apakah gajah akan berjaya atau banteng tetap menjadi raja di kandangnya.

Jokosp Sp

Borneonya ya masih seperti ini saja, tidak banyak berkembang dari kekayaan alamnya yang sudah dikuras habis-habisan. Cuma beberapa gelintir pengusaha batu baranya yang jadi raja. Raja lokal yang kekuasaannya sudah mengusai semua lini pemerintahan. Tinggalannya : Danau-danau besar menganga yang penuh dengan air asam yang ditinggalkan begitu saja. Penduduknya ke mana?. Sudah lama meninggalkan perdikannya karena sudah dibeli (paksa), dan harus ke luar daerah dengan membeli tanah yang ternyata jauh lebih mahal dan mencari kehidupan baru yang ternyata tidak mudah. Amsiong................

Murid SD Inpres

semalam saya chat via telegram dengan @murid sd internasional, begini isi chat nya....... saya: "jika gibran naik" murid sd internasional: "IKN akan kembali diprioritaskan" saya: (kirim emoticon thinking) "hmm....." murid sd internasional: "bayangkan, yang begitu ngotot ingin menghilangkan pola pembangunan Jawasentris, justru Raja Jawa itu sendiri" saya: (deg!) "hlah, iya ya......." murid sd internasional: "dan demi ingin melihat mimpinya terwujud menjadi nyata, yaitu pembangunan merata di luar Jawa, sang Raja Jawa ini sampai mengambil risiko paling besar, yang bisa membuatnya dihujat 90% warga Indonesia sepanjang masa, yaitu mengubah aturan MK, tidak lain agar sang putera masuk istana, kelak naik tahta RI pertama, dan pembangunan di luar Jawa kembali digencarkan lebih nyata" saya: (tertegun) murid sd internasional: "jadi lupakanlah soal politik etis tidak etis, toh kita semua, dalam kadar tertentu, juga sering membuang etika, kok... jadi fokuslah pada substansi dan outputnya. bahkan jika pun besok tampuk RI-1 dikuasai Xi Jinping, jika dia bisa membuat isi dompet warga RI gemuk (sejahtera), apa lagi yang kamu inginkan?" saya: (manggut2) "iya sih....." murid sd internasional: "jadi sekarang realistis saja. terlebih salah satu orang terkuat dan terkaya RI saat ini, pasca akuisisi BAYAN kemarin, sudah bergeser ke Raja Borneo, yang dekat dengan Raja Jawa. jadi sudahlah, realistis saja" . . sampai pagi ini saya belum bisa memberi balasan.......

Tivibox

Satu kalimat menggambarkan situasi ini : bagaikan ayam mati kelaparan di lumbung... Padahal lumbungnya penuh padi Tapi padinya dimakan londo ireng...eh tikus

Jokosp Sp

Pertanyaan yang muncul sudah satu bulan lebih ini baru terjawab pagi tadi pagi jam 04.30 Wita sebelum solat subuh. Pertanyaan dari beberapa jamaah solat subuh adalah: Kenapa Mushola Al-Ikhlas sekarang selalu penuh dengan jamaah sampai ke shaf perempuan?. Kemudian juga muncul pertanyaan lain: Kenapa jamaah yang memenuhi itu sebagian besarnya tidak dikenal?. Tadi pagi memang diniyati oleh pak ketua mushola atas pertanyaan-pertanyaan yang bikin penasaran sesama jamaah itu untuk ditanyakan langsung ke jamaah yang banyak tidak dikenal. Hasilnya: Ternyata mereka adalah para supir mobil yang antri untuk beli pertalite di POM bensin dari jam 04.00 sebelum subuh. Jadi sholat subuhnya sekalian di mushola RT kami yang memang dekat tidak sampai 500 meter dari POM. Kami sebagai jamaah mushola merasa senang karena mushola jadi penuh. Ke dua terjawab sudah kenapa antrian yang bisa 2 km tiap harinya itu ternyata didominasi penduduk luar wilayah yang memang berusaha antri cari minyak yang sangat sulit di daerahnya. Terjawab juga kenapa harga subsidi eceran pertalite dan solar jadi Rp 15.000,-/ltr di jarak tidak sampai 1 km dari POM bensin. Jadi ingat dan membenarkan apa yang disampaikan Pak Kumis penjual nasi kuning kemarin: "Ini ekonomi biaya tinggi", yang berdampak ke harga-harga serba mahal. Akhirnya kami yang ngumpul dan berada di bawah bendera merah putih peringatan 17 Agustus itu berucap: "Merdekanya di mana?. Kita malah dijajah oleh bangsanya sendiri. Londo ireng ternyata mereka".

Ahmed Nurjubaedi

MERDEKA SUSAH-- Waktu SMP dalam hati aku bertanya/ Mengapa lama sekali Belanda menjajah Indonesia/ Bukankah banyak orang sakti di penjuru Nusantara?// Lulus STM aku bertanya/ Kenapa kuliah terasa mahal/ Begitu sulit mencari kerja?// Tentu saja aku membaca Tempo/ Tentang Marsinah yang tumpas/ Widji Tukul yang amblas/ Sajak-sajak Rendra yang pedas/ Cak Nun yang angon jama'ah Maiyah/ Presiden Jancukers yang misuh merdu lewat lagu/ Gus Mus dengan puisi balsemnya/ Jawaban pertanyaanku jelas mereka buka// Namun di usia anakku yang sudah SMA ini/ Di usia 81 tahun Republik/ Jawaban pertanyaan itu sungguh menjelma nyata/ Pebisnis tanggung takut diperas/ Orang bekerja hanya menyambung hidup/ Beras tersedia ilmu disumbat/ Pedagang kecil bermimpi dikejar pajak// Wahai rakyat Indonesia bersatulah// Catatan: Mohon maaf saya tidak punya cukup nyali melanjutkan sajak sederhana ini. Barangkali Abah DI atau teman-teman perusuh....

Juve Zhang

Adaro beli la ha n Batubara di Australia dijual lagi oleh Adaro gak untung cuan tipis....wkwk

Ulik Kopi

Ini komentar untuk CHD kemarin. Tentang penjualan, atau lebih tempat pembelian, saham.Bayan. Kemarin di beranda lewat unggahan IG iqi.marquslai. Pada tahun 1981, perusahaan-perusahaan Inggris masih menguasai 194.000 acres lahan di Malaysia. Karet. Kelapa sawit. Perkebunan. Semuanya ditanam di tanah Malaysia. Namun, seluruh keuntungannya mengalir kembali ke London. Malaysia memang telah merdeka sejak 1957. Namun, bagaimana dengan lahannya? Masih milik perusahaan yang tercatat di bursa London Lalu, pada tanggal 7 September 1981, tiga orang Malaysia membeli kembali semuanya. Khalid Ibrahim. Tun Ismail Ali. Tun Hanya sebagai pialang, dana sebesar RM1 miliar, dan waktu 10 menit. Dalam waktu 10 menit perdagangan, PNB telah menguasai 51% saham Guthrie Corporation. Sebelum jam makan siang tiba, ketua dewan direksi asal Inggris itu sudah lengser. Kantor di London ditutup. Lahan itu pun kembali ke pangkuan negeri sendiri. Bursa Efek London merasa begitu malu hingga mereka mengubah peraturannya setelahnya, mencegah kejadian serupa di masa depan. Inilah peristiwa "Guthrie Dawn Raid". Ada nasionalisme yang heroik dalam peristiwa itu bagi Malaysia. Mendapatkan kembali penguasaan atas lahan negeri. Andai saja kasus Bayan punya landasan yang sama, akan keren sekali. Pada bulan proklamasi pula. Tapi jika itu hanya soal bisnis saja, alangkah mahalnya, membeli lahan di dalam negeri dari pemilik asing. Yang padahal mereka mendapat ijin konsesinya di jaman Indonesia sudah merdeka.

Ulik Kopi

Ini komentar untuk CHD kemarin. Tentang penjualan, atau lebih tempat pembelian, saham.Bayan. Kemarin di beranda lewat unggahan IG iqi.marquslai. Pada tahun 1981, perusahaan-perusahaan Inggris masih menguasai 194.000 acres lahan di Malaysia. Karet. Kelapa sawit. Perkebunan. Semuanya ditanam di tanah Malaysia. Namun, seluruh keuntungannya mengalir kembali ke London. Malaysia memang telah merdeka sejak 1957. Namun, bagaimana dengan lahannya? Masih milik perusahaan yang tercatat di bursa London Lalu, pada tanggal 7 September 1981, tiga orang Malaysia membeli kembali semuanya. Khalid Ibrahim. Tun Ismail Ali. Tun Hanya sebagai pialang, dana sebesar RM1 miliar, dan waktu 10 menit. Dalam waktu 10 menit perdagangan, PNB telah menguasai 51% saham Guthrie Corporation. Sebelum jam makan siang tiba, ketua dewan direksi asal Inggris itu sudah lengser. Kantor di London ditutup. Lahan itu pun kembali ke pangkuan negeri sendiri. Bursa Efek London merasa begitu malu hingga mereka mengubah peraturannya setelahnya, mencegah kejadian serupa di masa depan. Inilah peristiwa "Guthrie Dawn Raid". Ada nasionalisme yang heroik dalam peristiwa itu bagi Malaysia. Mendapatkan kembali penguasaan atas lahan negeri. Andai saja kasus Bayan punya landasan yang sama, akan keren sekali. Pada bulan proklamasi pula. Tapi jika itu hanya soal bisnis saja, alangkah mahalnya, membeli lahan di dalam negeri dari pemilik asing. Yang padahal mereka mendapat ijin konsesinya di jaman Indonesia sudah merdeka.

Tivibox

Ini seperti sebuah reuni sambil upacara bendera. Atau lebih tepatnya upacara bendera sambil reunian.

Herry Isnurdono

Abah DI mengomentari keluarga Solo mendominasi di Upacara 17 an di Istana. Dengan duduk di samping Presiden Prabowo. Sampai pakaiannya di puji - puji. Abah DI tidak berani komentar duduknya Titiek Suharto, di barisan tempat duduk utk keluarga Presiden dan mantan Presiden. Titiek S., duduk disamping Didit, sang putra tunggalnya. Kenapa Titiek S duduk dibangku keluarga RI 1, karena statusnya sudah bukan istri PS. Gara2 SBY & Mega absen, jadi keluarga Solo tampak seperti mendominasi. Mudah2 an SBY & Mega absen terus. Biar foto yg diunggah Abah DI, bikin Said Didu dkk, pada menjerit dan melolong penuh kebencian. Harapannya PS dan Jokowi sudah tidak dekat dan putus hubungannya. Ternyata masih rukun dan bestie antara PS dgn Jokowi terjaga baik. Jadi cerita ijazah Jokowi sudah bisa ditebak endingnya. Orang waras sudah tahu seperti apa nasib para TSK nantinya. Jokowi hadir di Gedung DPR/DPD/MPR dan Upacara 17 an di Istana. Ayo para hatters2 Jokowi silahkan utk menyerang PS, kalau berani. Jangan2 Febri ex Jampidsus dikejar-kejar Polri karena mengkhianati Jokowi ?

Agustinus Marampa

Saya akhirnya harus menuliskan ini. Kalau mau bangkit menjadi Negara yang hadir untuk rakyatnya,janghanlah menjadi pemerintah yg setengah hati. Adil dan Makmur itu akan terwujud bila dimulai dari atas semua pemimpinnya bersatu, kita masih gampang diadu domba..wong pemimpinnya masih aja. Ndak mau move on kata anak genZ . Rekonsiliasi itu titik awal pemulihan baik itu si keluarga masyarakat apalagi bangsa. Percuma pidato berapi-api kalau rawan dan rapuh dari dalam. TOLONGlah Prabowo dan Surya Paloh...damaikan mereka,Jokowi dan Megawati... Kami rakyat hanya bisa berdoa..AMPUNILAH MEREKA SEBAB MEREKA TIDAK TAHU APA YANG MEREKA PERBUAT. MERDEKAAA..JAYALAH NEGERIKU BANGKITLAH BANGSAKU.

Muh Nursalim

Di Tingkok yang komunis juga ada peringatan kematian tujuh hari ? oo, berarti ini universal. Bagi yang ateispun sebenarnya ada keyakinan tertentu tentang orang yang sudah mati. Apapun nama dan istilahnya. Ruh, jiwa atau apalah namanya. Intinya, orang mati tidak selesai begitu saja. Masih ada perjalanan lanjutnya. Kira2 begitu.

Muh Nursalim

Prabowo diapit presiden dan wakil presiden. Saya lebih menafsirkan begini. "Lu, prabowo. Bisa menjadi isnpektur upacara HUT RI itu karena aku. Bisik sang presiden Mantan. Maka, kamu ndak usah nyalon lagi besok. Biar wakil sebelahmu itu melanjutkan. Di jamin aman. Kamu bisa khusnul khatimah. Ndak usah macem-macem".

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TERNYATA ENAK ITU BISA MEMBUAT KENYANG.. Inti kisah durian pak Dahlan sederhana: Dapat dua jenis durian dengan uang yang sama, lalu yang Medan ternyata sudah cukup enak sampai membuat Musangking tidak sempat dimakan. Di situlah tafsirnya menjadi menarik. Kita sering mengejar yang dianggap: 1) Lebih mahal. 2) Lebih terkenal. 3) Lebih bergengsi. Padahal yang biasa-biasa saja sudah bisa membuat kita puas lebih dahulu. Ini berlaku juga dalam hidup. Kita mengejar Musangking. Padahal durian Medan di tangan sudah matang dan legit. ### Ada prinsip ekonomi di situ. Kepuasan tidak selalu mengikuti harga. Nilai subjektif seseorang bisa berbeda dengan label pasar. Yang satu mahal karena kelangkaan. Yang lain murah karena persepsi. Tetapi ada pelajaran yang lebih dalam: Jangan meremehkan yang sudah ada hanya karena kita tahu ada sesuatu yang dianggap lebih hebat. Dan ada satu risiko kecil: Terlalu lama membandingkan, akhirnya keduanya tidak termakan. Dalam bahasa sederhana: jangan sampai sibuk mengejar yang paling enak, sampai lupa bahwa yang ada di tangan sudah membuat kenyang. Musangking pun akhirnya cuma menjadi korban ekspektasi.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KETIKA ISTANA KEMBALI MENJADI ISTANA.. Joget-joget masih boleh. Tetapi kini terbatas, terkendali, dan terukur. Lagu perjuangan kembali dominan. Tidak lagi ada Ojo Dibandingke. Bagi saya, ini bukan sekadar perubahan selera acara. Ini juga perubahan tafsir atas kesakralan 17 Agustus. Tahun-tahun sebelumnya, Istana seperti ingin mendekatkan negara kepada budaya populer. Rakyat diajak merasa: Istana adalah panggung kita bersama. Tetapi situasi sosial-ekonomi berubah. Ketika banyak orang sedang menghitung harga kebutuhan, kemeriahan yang berlebihan bisa terasa seperti nada yang salah. Maka tahun ini negara memilih menurunkan volume hiburan. Bukan berarti menjadi kaku. Joget tetap ada. Tetapi porsinya diatur. Semacam garam dalam masakan. Ada, tetapi jangan sampai garamnya yang menjadi lauk. Saya melihat ini sebagai bentuk "social calibration". Negara sedang membaca suasana psikologis masyarakat. Pesannya: kita tetap merayakan kemerdekaan, tetapi tidak kehilangan rasa hormat terhadap keadaan. Kesakralan ternyata bukan berarti harus sunyi. Ia hanya membutuhkan ukuran. Dan ukuran itu tampaknya sedang dikembalikan ke Istana.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

TIGA HARI, TUJUH HARI: CARA MANUSIA BERDAMAI DENGAN KEHILANGAN.. Tiongkok dan Jawa ternyata sama-sama punya tradisi memperingati orang yang baru meninggal. Tiongkok mengenal penghormatan khusus pada hari ketiga dan ketujuh. Ada unsur penghormatan kepada roh. Jawa juga mengenal hitungan hari setelah kematian. Tetapi tekanannya lebih kuat pada doa, kebersamaan, dan berbagi melalui sedekah. Menariknya, keduanya berangkat dari kegelisahan yang sama: Kematian tidak dianggap selesai begitu saja. Orang yang pergi tetap “dihadirkan”. Bedanya pada cara. Dalam tradisi Tionghoa, penghormatan kepada roh menjadi bagian penting. Dalam tradisi Jawa, keluarga dan tetangga dikumpulkan. Doa dibaca. Makanan dibagikan. Ada sisi sosial yang sangat kuat. Duka pribadi diubah menjadi pengalaman bersama. Secara antropologis, ini masuk akal. Ritual kematian membantu keluarga mengelola kehilangan. Sekaligus menjaga ikatan sosial. Yang meninggal memang sudah pergi. Tetapi hubungan sosial yang ditinggalkannya tidak ikut dikubur. Mungkin itu sebabnya tujuh hari Zhu Rongji terasa berbeda. Bukan lagi urusan keluarga. Bangsa Tiongkok sedang berkata: beliau memang sudah meninggal. Tetapi belum selesai menjadi bagian dari keluarga besar mereka.

Jo Neka

Atraksi paling begetar bagi saya adalah.Para penerjun payung Kopasus.Membawa bendera bergambar Prabowo..Sangat mengesankan.Saya tidak tahu perasaan anda.

WASITH channel

Tulisan Abah mengomentari busana dan penampilan Presiden dan mantan presiden beserta keluarga, nampak keahlian seorang penafsir penampilan dan sikon. Omong-omong, adakah disiplin ilmu tafsir tersebut?

Liam Then

Along sedang nongkrong di warung kopi sama Mamat. Kala Mamat menyeruput kopi , terdengar ucapan Along. "Di Indonesia jadi orang susah itu susah !" "Loh kok bisa gitu Long?" "Lihat saja, orang mau dapat BPJS gratis, sudah jelas sekarat sakit keras orangnya, masih harus ke sana sini, urus surat keterangan tak mampu atau miskin"! "Wah, benar juga yah"

ikhwan guru sejarah

Abah Dahlan malah nggak mencermati terjun payung Kopassus yang membawa bendera bergambar Prabowo. Jadi gak tau kan kalau kemarin bukan peringatan ulang tahun kemerdekaan, tapi ulang tahun Presiden.

Liáng - βιολί ζήτα

Jika 2 negara Tiongkok kuno sedang bermusuhan, dan salah satunya sedang 國喪 (Guósāng), maka musuhnya tidak akan melakukan penyerangan (peperangan), bahkan pasukannya akan ditarik mundur menjauhi medan peperangan. Ah..... rupanya pasukan Tiongkok zaman dahulu di negara-negara Tiongkok kuno "lebih takut" kepada arwah yang sudah meninggal dunia ketimbang terhadap pasukan musuh yang jagoan Wǔshù (武術)..... (isengnya Liáng mulai kumat..... wkwkwkwkwk.....). Sedangkan intrik politik yang terjadi di dalam Kekaisaran, salah satunya menimpa 白居易 (Báijūyì) seorang Penyair dan Pejabat terkenal Dinasti Táng (唐代 Táng dài) yang menjadi korban intrik politik pesaingnya di dalam lingkup Kekaisaran, 白居易 (Báijūyì) diturunkan pangkatnya dari posisinya di Pemerintahan Pusat ke posisi di daerah terpencil, karena atas pengaduan pesaingnya tersebut bahwa 白居易 (Báijūyì) tidak mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku pada masa tersebut ketika masa berkabung atas meninggal Sang Bunda..... Ada juga pengecualian tertentu terhadap seseorang ketika masa berkabung..... misalnya, 張居正 (Zhāngjūzhèng) - Sekretaris Agung Senior pada masa Dinasti Míng (明代 Míngdài) - Jabatan Tertinggi di Pemerintahan, pada masa negara-negara Tiongkok kuno, ketika Ayahnya meninggal dunia, Kaisar Tidak Mengizinkan 張居正 (Zhāngjūzhèng) untuk cuti masa berkabung, dikarenakan tugas-tugasnya yang sangat penting, terlebih lagi pada waktu itu sedang dilakukan pembenahan besar-besaran di Pemerintahan. [2/2].

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Maka mereka ingin ikut memperingati tujuh hari meninggalnya Zhu Rongji di lapangan legendaris Tian An Men." Sisi lain "masa berkabung" zaman Tiongkok kuno..... Istilah 頭七 (Tóu qī) maksudnya adalah "hari-ketujuh-pertama" sejak meninggalnya seseorang. Menurut kepercayaan masyarakat Chinese zaman dahulu..... roh seseorang yang sudah meninggal tersebut akan mengunjungi dunia orang hidup untuk terakhir kalinya. Mengapa disebut "hari-ketujuh-pertama" ?? Menurut kepercayaan masyarakat Chinese zaman dahulu tersebut..... upacara (sembahyang) untuk leluhur yang meninggal dunia, itu bukan hanya pada "hari-ketujuh-pertama (7 hari)" tetapi umumnya sampai "hari-ketujuhnya-ketujuh (49 hari)" bahkan konon ada yang sampai 3 tahun. Konon, tradisi 頭七 (Tóu qī) masyarakat Chinese, sudah ada sejak sebelum abad Masehi. Saya lebih tertarik menuliskan implikasi masa berkabungnya orang-orang Tiongkok kuno, pada masa peperangan negara-negara Tiongkok kuno dan intrik politik di dalamnya. Konon, ketika salah seorang Pemimpin di suatu negara Tiongkok kuno meninggal dunia, Istana Kekaisaran akan menyatakan masa berkabung secara nasional di negara Tiongkok kuno tersebut atau 國喪 (Guósāng). Mengacu pada 左傳 (Zuǒ chuán) yakni Tradisi Zuǒ ---> berupa naratif sejarah Tiongkok kuno yang ditulis pada masa Dinasti Zhōu (周朝 Zhōu cháo), tahun 1046 - 256 SM..... [1/2]

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 165

  • alasroban
    alasroban
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • hoki wjy
    hoki wjy
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Tivibox
    Tivibox
    • Wilwa
      Wilwa
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Wilwa
      Wilwa
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Warung Faiz
    Warung Faiz
    • Warung Faiz
      Warung Faiz
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Murid SD Inpres
      Murid SD Inpres
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • ikhwan guru sejarah
    ikhwan guru sejarah
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Flo Kareto
    Flo Kareto
    • Wilwa
      Wilwa
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • hoki wjy
    hoki wjy
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Jhel_ng
    Jhel_ng
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • COMET 01
    COMET 01
  • hoki wjy
    hoki wjy
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • suryanto bagelen
      suryanto bagelen
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • hoki wjy
      hoki wjy
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Tivibox
    Tivibox
    • Tivibox
      Tivibox
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
  • Reza Meifia Fitra
    Reza Meifia Fitra
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • WASITH channel
    WASITH channel
  • Gerring Obama
    Gerring Obama
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • DeniK
    DeniK
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • DeniK
    DeniK
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Hari Santoso
    Hari Santoso
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Hari Santoso
    Hari Santoso
  • Eko Darwiyanto
    Eko Darwiyanto
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
    • Tivibox
      Tivibox
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
    • Edi Sampana
      Edi Sampana
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
  • Sugi
    Sugi
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Yoga sembada
    Yoga sembada
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • alasroban
    alasroban
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Kalender Bagus
      Kalender Bagus
    • Tivibox
      Tivibox
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN

Berita Terkait