Gus Ipul: Humas Sekolah Rakyat Harus Jadi Mata, Telinga dan Suara Lembaga

Kamis 20-08-2026,07:34 WIB
Gus Ipul: Humas Sekolah Rakyat Harus Jadi Mata, Telinga dan Suara Lembaga

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa pengelola kehumasan Sekolah Rakyat harus mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, sederhana, dan dapat dipertanggungjawabkan-Dok.Kemensos-

BOGOR, DISWAY.ID - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa pengelola kehumasan Sekolah Rakyat harus mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, sederhana, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Humas tidak sekadar bertugas membuat rilis atau mengunggah kegiatan pimpinan ke media sosial, tetapi menjadi mata, telinga, sekaligus suara lembaga.

Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul, saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Convention, Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Rabu, 19 agustus 2026.

BACA JUGA:Gerindra: Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi untuk Perkuat Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo

“Jadi ingat, jangan berpikir hari ini mau mempublikasikan apa, tapi apa yang perlu diketahui oleh masyarakat. Tentu ini berbeda sekali,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, humas harus mampu melihat kondisi di lapangan, mendengar apa yang dirasakan masyarakat, kemudian menjelaskannya kepada publik dengan bahasa yang mudah dipahami.

“Ingat, humas adalah mata, telinga, sekaligus suara lembaga. Mata, melihat apa yang terjadi di lapangan, telinga, mendengar apa yang dirasakan masyarakat, dan suara untuk menjelaskan apa yang sedang dikerjakan pemerintah,” jelas Gus Ipul. 

Ia mengatakan Kemensos memiliki banyak cerita yang dapat disampaikan kepada masyarakat.

Mulai dari pendamping sosial yang bekerja di desa, petugas yang menangani bencana, keluarga penerima manfaat yang perlahan mandiri, hingga anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memperoleh kesempatan bersekolah melalui Sekolah Rakyat.

BACA JUGA:Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN Hadirkan Program ZCD

Karena itu, Gus Ipul meminta pengelola humas tidak berhenti pada penyampaian angka, seperti jumlah sekolah atau siswa.

Data tetap penting, tetapi perlu disertai cerita yang menunjukkan manfaat program bagi masyarakat.

“Angka membuat orang tahu, cerita membuat orang peduli. Keduanya harus berjalan bersama. Angka penting, menginspirasi orang agar peduli juga penting,” kata dia. 

Ia mencontohkan kisah anak yang sebelumnya hampir kehilangan kesempatan bersekolah, kemudian mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat, tinggal di asrama, bertemu guru dan teman, hingga memiliki cita-cita.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: