Antisipasi Karhutla Meluas, BNPB Perkuat Koordinasi dan Kesiapsiagaan

Minggu 23-08-2026,19:56 WIB
Reporter: M. Ichsan |
Antisipasi Karhutla Meluas, BNPB Perkuat Koordinasi dan Kesiapsiagaan

Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman sebagai bagian dari kesiapan menghadapi potensi kebakaran. -Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor.

Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah melakukan pemantauan perkembangan titik panas, pemetaan wilayah rawan, serta koordinasi untuk menentukan langkah penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan.

BACA JUGA:Asap Karhutla Mulai Berdampak ke Negara Tetangga, Mensesneg Pastikan Ada Koordinasi

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin) BNPB, Berton SP Panjaitan menyatakan, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah karhutla meluas, menyusul masih adanya laporan kejadian kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam laporan kejadian bencana periode Sabtu (22/8/2026) hingga Minggu (23/8/2026), BNPB mencatat karhutla terjadi di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, dan kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

BACA JUGA:Kementerian PKP dan PT KAI Mulai Bangun Hunian Terjangkau di Manggarai, Dekat KRL hingga Transjakarta!

Di Kabupaten Halmahera Timur, karhutla dilaporkan terjadi di Desa Batu Raja, Kecamatan Wasile, pada Sabtu (22/8/2026) pukul 20.05 WIT. Kebakaran menghanguskan lahan seluas 2,5 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Halmahera Timur bersama personel gabungan melakukan pemadaman di lokasi. Pada hari yang sama, api berhasil dipadamkan.

Karhutla juga terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, pada Jumat (21/8/2026) pukul 14.00 WIB. 

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Kuala Penet, wilayah Resort Kuala Penet, dengan luas area terdampak mencapai 673,4 hektare.

BACA JUGA:Gempa Bumi M5,9 Guncang Jepang Hari Ini: 37 Orang Luka-Luka, Tak Berpotensi Tsunami

BPBD Kabupaten Lampung Timur segera melakukan koordinasi lintas instansi dan pemadaman bersama untuk mencegah api meluas. 

Hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 19.12 WIB, seluruh titik api berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan lagi titik panas (hotspot) di lokasi kejadian.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: