Jaga Udara Jakarta Tetap Sehat, DKI Operasikan Water Mist 8 Jam Sehari

Senin 24-08-2026,12:10 WIB
Reporter: Cahyono |
Jaga Udara Jakarta Tetap Sehat, DKI Operasikan Water Mist 8 Jam Sehari

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengantisipasinya dengan mengoptimalkan pengoperasian water mist generator di sejumlah gedung bertingkat pada musim kemarau 2026-Istimewa-

EWS dinilai penting untuk memperkuat respons Pemprov DKI Jakarta terhadap perubahan kualitas udara, terutama saat cuaca dan musim kemarau berpotensi meningkatkan konsentrasi partikulat.

Dengan sistem peringatan dini, pengendalian polusi tidak hanya dilakukan setelah kualitas udara memburuk.

Intervensi bisa dilakukan lebih cepat berdasarkan hasil pemantauan dan perubahan parameter kualitas udara.

Data pemantauan resmi menunjukkan kondisi PM2,5 di Jakarta dapat berbeda antarstasiun.

BACA JUGA:Tampil di Upacara HUT RI, Tim Angklung SDN Cibatok 03 Dihadiahi Jalan-Jalan ke Taman Safari dari Bupati Bogor

Data SPKU RPTRA Melati Duri Pulo, misalnya, menunjukkan kategori Sedang selama 30 hari pada periode Juli hingga awal Agustus 2026. 

Sementara itu, sejumlah stasiun lain sempat mencatat kualitas udara dalam kategori Tidak Sehat.

Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan berdasarkan lokasi dan waktu.

Kondisi udara Jakarta tidak cukup digambarkan hanya dengan satu angka.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendorong evaluasi terhadap regulasi pengendalian pencemaran udara dan pengelolaan sampah.

BACA JUGA:Massa Terlibat Keributan di Pamulang, Kapolres Turun Tangan Redam Konflik

Ia menyoroti praktik pembakaran sampah secara terbuka yang masih berulang di tengah masyarakat.

“Pokoknya segala bentuk yang berhubungan dengan pencemaran udara akan kita lihat mana yang perlu direvisi, mana yang tidak. Kita cari formula yang tepat. Sehingga regulasi memberi manfaat nyata untuk masyarakat Jakarta,” kata Wibi.

Pengendalian kualitas udara Jakarta dilakukan melalui beberapa lapis intervensi.

Water mist dan penyiraman menjadi respons langsung di lapangan, sedangkan pemantauan kualitas udara dan pengembangan EWS ditujukan untuk mempercepat pengambilan keputusan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: